JAKARTA — Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menyambut bergabungnya Federasi Sepak Bola 7 Indonesia (FA7 Indonesia) ke dalam naungannya. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi KSMI sebagai anggota resmi Federasi Sepak Bola 7 Internasional (IFA7) yang berbasis di Calgary, Kanada.
Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, menegaskan bahwa penyatuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kekuatan sepak bola mini dan sepak bola tujuh sisi Indonesia di level internasional.
“Kami memiliki darah yang sama: semangat menciptakan atlet-atlet tangguh, mengharumkan nama bangsa, dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di peta sepakbola mini dunia,” tegas Bambang Pramukantoro.
Ketua Umum KSMI, Yan Mulai Abidin, menyebut kehadiran FA7 Indonesia sebagai langkah strategis yang memperkuat organisasi.
“Ini adalah langkah strategis yang meneguhkan posisi KSMI sebagai wadah tunggal yang sah, kuat, dan solid dalam menaungi seluruh potensi sepakbola mini di tanah air,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KSMI, Daeng Supriyanto, menilai bergabungnya FA7 Indonesia membuktikan KSMI semakin diakui sebagai wadah resmi sepak bola mini nasional.
“Kami sangat mengapresiasi langkah visioner Bapak Bambang Pramukantoro yang memilih bersatu daripada berjalan sendiri – karena persatuan inilah kunci kekuatan kita,” kata Daeng.
Penyatuan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia IFA7 2025 di Honduras pada 27–31 Mei 2026. FA7 Indonesia kini mempercepat pembentukan Tim Nasional Indonesia untuk menghadapi sejumlah negara kuat seperti Brasil, Spanyol, Meksiko, dan Kanada.
“Indonesia tidak hadir sekadar untuk berpartisipasi, melainkan hadir sebagai penantang serius yang siap menggetarkan dominasi kekuatan raksasa dunia,” tegas Bambang Pramukantoro.
Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai pusat seleksi dan pemusatan latihan Timnas Indonesia dengan dukungan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Ketua KONI Kabupaten Bogor Arif Rochmawan.
Tokoh olahraga nasional, Nelson Sanchez, turut mendukung langkah penyatuan tersebut.
“Apa yang dilakukan KSMI dan FA7 Indonesia hari ini adalah langkah paling bijaksana, paling berani, dan paling benar. Persatuan bukanlah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk bisa menembus batas dan menantang kekuatan dunia,” ujar Nelson Sanchez. (DR)