Ciampea – Informasi yang dihimpung, inisiden kebakaran terjadi sekitar pukul 11:45 WIB. Menurut penuturan warga, Sambas kebakaran lahan seluas 4 hektar ini sudah lima kali terjadi di wilayahnya. Hal ini yang membuat warga setempat resah.
“Udah sering kejadian begini,”kata Sambas yang memberikan informasi tersebut.
“tadi sih warga sudah berusaha padamkan api pakai alat seadanya,”kata dia.
Takut kebakaran makin meluas, aparatur desa dengan cepat minta batuan pemadam kebakaran (damkar).
“Kami sudah minta tolong pemilik lahan kosong itu agar bisa lahannya dimanfaatkan warga, seperti ditanami pohon singkong atau lainnya,” katanya.
Sementara, warga yang rumahnya berdekatan dengan kebakaran, Sambas Alamsyah mengakui, kebakaran di lahan ini telah empat kali terjadi dalam sebulan.
“Tapi kebakaran kali ini yang paling besar,” ungkapnya.
Ketua Pos Damkar Leuwiliang, Hasan menjelaskan, untuk memadamkan api, pihaknya menurukan tiga unit Damkar. “Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12:00,” katanya. Akibat kebakaran lahan gambut itu, rumah yang terdekatan juga rusak.
“Plaponnya dan antene televisi warga ikut terbakar,“ jelasnya.