KABUATEN BOGOR – Perayaan Idul Adha 1441 H Lembaga Qurban Indonesia dipercaya untuk menyembelih dan mendistribusikan hewan kurban sejumlah 18.700 hewan, yang akan disalurkan dan didistribusikan kepada mustahik di daerah – daerah.
“Alhamdulillah perhari ini ada 18.700 pengkorban yang mengamanahkan kepada kita yaitu dengan pola penyembelihan dan pendistribusian ke mustahik langsung,” tutur Habib Mahir Alwi, Lembaga Qurban Indonesia. (1/8)
Menurut Habib Mahir, dalam penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha banyak masyarakat yang tidak paham tentang ketentuan syariat lokasi atau tempat penyembelihan. Menurutnya, sarana ibadah (Masjid-red) tidak seharusnya menjadi lokasi tempat penyembelihan.
“Selama ini ada kesalahkaprahan dalam penyembelihan hewan kurban, banyak panitia – panitia kurban menjadikan masjid – masjid sebagai lokasi penyembelihan, sering kita singgung yaitu menjaga kebersihan tempat ibadah adalah wajib, sedangkan ibadah kurban ini adalah ibadah sunnah muakad,” terang Habib Mahir.
Lanjut Habib Mahir, tidak jarang ditemui masjid – masjid dalam seminggu setelah Idul Adha masih tercium kotoran kambing ataupun sapi serta bau darah.
“Kenapa tidak dua atau tiga masjid membuat satu tempat di lapangan terbuka membuat lokasi penyembelihan hewan kurban, dengan mendirikan tenda yang rapih, dengan tidak harus menjaga egonya,” harapnya.

Untuk Lembaga Qurban Indonesia menurutnya lebih fokus pada pendistribusian hewan kurban karena menurutnya ada ketimpangan, yakni kurban bagi yang mampu, dan tidak mampu sebagai penerimanya.
“Yang mampu tersentralisasi di perkotaan dan yang tidak mampu berada di pinggiran kota dan pelosok, untuk itu kami Lembaga Qurban Indonesia memfokuskan pola tebar kurban ke pelosok – pelosok agar orang kota yang mampu tidak susah lagi bingung untuk mendistribusikan hewan kurbannya,” tambahnya.
Habib Mahir pun mengajak masyarakat yang di kota untuk bisa berkurban di Lembaga Qurban Indonesia atau lembaga – lembaga lainnnya sehingga dapat didistribusikan ke kampung – kampung yang berhak menerima kurban. (*)