
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat luar bisa mengetahui bahwa masih ada komunitas adat di Jawa Barat yang hidup selaras dengan alam dan menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur. Ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya lokal yang harus kita jaga bersama,” ujar Dwi Dewanto yang akrab disapa Awing.
Ia berharap, pengalaman yang didapat para peserta dapat dibagikan melalui berbagai platform seperti media sosial atau tulisan, agar menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri.
Awing juga mengingatkan kembali sejarah awal dibentuknya bidang penelusuran budaya dalam UKM tersebut, yang dulunya difokuskan pada pendataan situs-situs purbakala, suku-suku asli, alat musik tradisional, hingga kebudayaan lokal di berbagai wilayah Jawa Barat.
“Kita punya sejarah seperti Prasasti Batu Tulis dan Ciaruteun di Bogor, yang mungkin belum banyak diketahui oleh remaja saat ini. Hal-hal seperti ini harus terus dikenalkan dan dijaga,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Awing mendorong anggota aktif UKM agar tetap konsisten melanjutkan misi pendokumentasian budaya. Ia juga menyarankan agar mereka memperluas wilayah eksplorasi ke tempat-tempat budaya lainnya seperti Kasepuhan Ciptagelar dan Kampung Naga, serta aktif berdiskusi dengan para senior untuk memperkaya wawasan. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !