JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi, menegaskan pentingnya program standardisasi dai yang telah dijalankan MUI sejak 2019.

Program ini bertujuan untuk memastikan para dai dan daiyah memiliki kompetensi keilmuan yang standar, terutama dalam hal keagamaan, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dengan pendekatan Islam Wasathiyah.

Dalam acara Wisuda Dai Standarisasi Angkatan ke-35 yang digelar pada Sabtu (30/11), Kiai Zubaidi menyampaikan bahwa hingga saat ini lebih dari 2.200 dai telah mengikuti program tersebut.

Wisuda kali ini meluluskan sekitar 150 dai sebagai perwakilan dari total lebih dari 700 peserta yang mengikuti program sepanjang tahun 2024.

Baca Juga  Sambangi KPK, Mendes Yandri Laporkan Dana Desa Dipakai Judol dan Website Fiktif

“Standardisasi ini bertujuan memastikan para dai memiliki keilmuan yang standar, khususnya keilmuan keagamaan. Selain itu, kami juga membekali mereka dengan wawasan kebangsaan dalam konteks Islam Wasathiyah, yang menjadi salah satu jihad utama MUI,” jelas Kiai Zubaidi.

Kiai Zubaidi mengapresiasi dedikasi para dai yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Banyak peserta secara mandiri membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi demi mengikuti program ini.

“Kami sangat terharu melihat semangat luar biasa para dai. Mereka rela mengorbankan harta benda demi meningkatkan kompetensi dakwah. Ini menunjukkan tanggung jawab dan dedikasi yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Mengingatkan Pentingnya Kedewasaan dalam Politik | Headline Bogor

Untuk menjangkau lebih banyak peserta, termasuk dari daerah terpencil, MUI juga menggelar beberapa sesi pelatihan secara daring.

Kiai Zubaidi menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program ini, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Mudah-mudahan dengan banyak pihak yang terlibat dengan kegiatan-kegiatan ini bisa menjamin pelaksanaan standarisasi Majelis Ulama Indonesia,” harapnya. (*/DR)