KABUPATEN BOGOR – Guna mengurai kemacetn yang sering terjadi di jalur Puncak Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasi, Kapolres Bogor, AKBP Muhammad Joni, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, Sekretaris BPTJ, Hindro Surahmat, serta Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto meninjau pelaksanaan uji coba jalur 2-1 jalur Puncak. (27/10).

Dalam uji coba ini, masih ada kepadatan di beberapa titik dikarenakan terjadinya penyempitan jalan, serta beberapa titik yang memang sering terjadi.

“Ada beberapa catatan selama pemantauan berlangsung. Pertama, kepadatan di beberapa titik masih ada. Kepadatan tersebut karena ada penyempitan jalan (bottleneck), di titik-titik langganan macet seperti Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, Tanjakan Selarong, dan Simpang Megamendung,” tutur Bupati Bogor, Ade Yasin.

Baca Juga  Lelang Pengadaan di Sekretariat PB Porda Berpotensi Melawan Hukum | Headline Bogor

Tak hanya penyempitan jalan serta titik – titik yang menjadi langganan macet, kurangnya kesadaran pengemudi angkot, Pedagang Kaki Lima (PKL) serta pengunjung Puncak yang masih berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang serta memarkirkan kendaraannya yang masih memakai bahu jalan.

“Kedua, tidak adanya cerukan untuk pemberhentian angkot. Angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik, membuat stuck kendaraan-kendaraan di belakangnya. Ketiga, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) menyebabkan mobil-mobil yang sedang berbelanja berhenti di bahu jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” tambah Bupati Bogor.

Baca Juga  Headline Bogor | Tingkatkan Kedisiplinan ASN, Pemkab Bogor Gelar Apel Kesadaran Nasional Serentak

Dengan uji coba 2-1 serta kendala yang didapati, Bupati Bogor akan segera mencarikan solusi, “Insya Allah beberapa catatan-catatan ini akan segera dicarikan solusinya. Khusus untuk masalah PKL, akan ada relokasi PKL ke rest area yang saat ini masih dalam tahap pembangunan,” tandasnya. (*)