KOTA BOGOR – Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batu Tulis mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang mau mendengarkan kritik masyarakat terkait rencana pembangunan Bumi Ageung Batu Tulis.
Pasalnya, menurut mereka, design rencana Pembangunan Bumi Ageung Batu Tulis dari Pemkot Bogor masih tidak sesuai dengan Marwah dan jati diri Sunda dan ciri kasundaan
“Desain tandingan yang dibuat oleh kita dan dipresentasikan pada pertemuan tersebut diterima dengan baik dan logis, dan akan dijadikan referensi utama yang kemudian akan dijadwalkan dialog langsung dan atau kompromi dengan konsultan perancangan bersama dinas terkait,” kata Ketua Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batu Tulis, Putera dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (4/7).
Tak hanya itu, Ia pun mengapresiasi pula atas dipilihnya beberapa orang yang mendapatkan mandat dari Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batu Tulis-Pakwan Padjadjaran, dimana orang – orang tersebut sesuai dengan kompetensi.
“Desain yang di buat Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batu Tulis jelas mampu mematahkan referensi desain yang dibuat oleh mereka. Dan desain kita lebih jelas membawa jati diri Sunda dan ciciren Kasundaan,” ungkap Putera.
“Secara teknis akan di bahas secara detail tentang desain bangunan yang diterima tersebut para pertemuan selanjutnya dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor,” pungkasnya.
Sebelumnya, Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batu Tulis meminta Pembangunan Bumi Ageung Batutulis Sesuai Dengan UU dan Perda Kota Bogor
“Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang baru disahkan menjadi Peraturan Daerah oleh DPRD Kota Bogor. Dimana hal tersebut menitik beratkan jati diri wilayah sebagai identitas masyarakat setempat,” kata Ketua Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis, Putera kepada awak media, Selasa (27/6).