Headline Bogor | PMII UIKA Gelar Konfercab Ditengah Kejanggalan

KOTA BOGOR – Konferensi cabang ke IX PMII Kota Bogor yang kemarin tertunda, kini telah dilanjutkan kembali pada kamis 23-05-2019 di gedung DPP KNPI Kota Bogor, dengan menghasilkan keputusan yang kontroversi.

Konfercab yang seharusnya di hadiri oleh setiap warga pergerakan se Kota Bogor yang terdiri komisariat definitif dan komisariat persiapan. Adapun komisariat yang sudah definitif antar lain ; Komisariat Universitas Pakuan, Komisariat IPB dan Komisariat Ibn Kholdun dan komisariat Persiapan ada Kampus BSI, STIKES dan Universitas Nusa Bangsa. Akan tetapi hanya di hadiri oleh satu komisariat saja, yakni hanya di hadiri oleh Komisariat Ibn Kholdun.

Apabila kita mengacu pada Peraturan Organisasi. Menurut Hamdani, Kader PMII Universitas Pakuan, “Konfercab ke – IX PMII Kota Bogor telah menyalahi aturan, yakni di pasal 15 point 2 “Cabang dapat dibentuk apabila sekurang kurangnya ada 2 (dua) komisariat,” ujarnya

“Sehingga berdasarkan peraturan organisasi tersebut dapat dikatakan bahwa konfercab lanjutan yang diadakan hari kamis malam tidaklah sah atau bisa dikatakan inkonstitusional,” tambah Hamdani

Sementara itu, Ketua Komisariat IPB, Wicaksono menilai Konfercab sendiri digelar untuk mempersatukan kesepakatan, jika hanya satu lembaga maka tidak akan berjalan.

“Konferensi Cabang seharusnya digelar untuk mempersatukan konsepsi bersama, dan nantinya akan terpilih ketua cabang baru secara demokratis. namun saat ini konfercab hanya dihadiri satu lembaga saja lantas bagaimana kesepakatan itu dapat berjalan.” Ujar Wicaksono

Selain itu, terjadi kejanggalan dalam diadakan konfercab lanjutan tersebut yaitu penggantian jabatan ketua panitia konferensi cabang tanpa ada persetujuan dari 3 lembaga komisariat definitif sebelumnya.

“Jika memang konferensi cabang kota bogor berjalan secara baik-baik saja, lantas kenapa saya yang sebelumnya menjadi ketua pelaksana diganti tanpa persetujuan dari 3 lembaga komisariat karena saya dipilih dengan adanya persetujuan 3 komisariat, saya sangat menyesalkan hal tersebut.” Ujar Nurrochim Malik ketua panitia yang diganti tanpa pemberitahuan. (*)