KABUPATEN BOGOR – Jelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Bogor, AKBP Harun terus berupaya melakukan berbagai strategi untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 kluster pemudik. Pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mudik, kemudian rutin melakukan sosialisasi dan edukasi, melakukan penyekatan di banyak titik, hingga sanksi tegas bagi pemudik dan travel gelap.
AKBP Harun menjelaskan penyekatan sejumlah titik daerah perbatasan seperti Cigombong, Jasinga, Gunung Putri, Cileungsi, Parung dan Parung Panjang itu merupakan salah satu langkah upaya memaksimalkan larangan atau peniadaan mudik bagi masyarakat yang akan masuk ke maupun ke luar Kabupaten Bogor.
“Di titik itu kita akan tempatkan anggota, semuanya kita siagakan untuk bisa meminimalisir atau bahkan memaksimalkan larangan atau peniadaan mudik, bagi masyarakat yang akan masuk maupun ke luar Kabupaten Bogor,” ungkapnya saat melakukan Dialog Interaktif di Radio Teman 95,3 FM dengan tema Lebaran Asik Tanpa Mudik, Senin (4/5).
Menurutnya, melihat fenomena ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di India. Itu menjadi cambuk bagi negara Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor. Berdasarkan data pengendalian Covid-19 Kabupaten Bogor terjadi tren penurunan kasus Covid-19 untuk itu perlu kerja keras untuk mempertahankan kondisi yang ada bila perlu terus menurunkan bahkan mengakhiri pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor.
“Kita selalu ingatkan kepada masyarakat bahwa Covid-19 masih ada, protokol kesehatan harus tetap kita laksanakan dengan baik, apalagi momen-momen keagamaan seperti sekarang ini. Di bulan puasa ini juga ada beberapa budaya ngabuburit, malam nya ngumpul-ngumpul, ini terus kita awasi jangan sampai terjadi kerumunan dan kelalaian yang dapat meningkatkan kembali kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor. Harus semangat untuk mengerem diri kita, kalau bukan kita siapa lagi,” Harun menegaskan.