Prabowo Instruksikan Kejagung dan Polri Sikat Mafia Beras

Dok. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto/DR)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap tegas pemerintah dalam memberantas mafia pangan yang merugikan rakyat dan negara. Ia menyebut praktik curang dalam distribusi beras sebagai bentuk kejahatan ekonomi yang luar biasa.

Dalam pidato penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (20/7), Presiden menyoroti masih adanya pelaku usaha yang menipu publik dengan cara mengemas beras biasa seolah-olah beras premium.

“Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran,” ungkap Prabowo.

Post ADS 1

Presiden juga telah menginstruksikan Kejaksaan Agung dan Kepolisian agar menindak tegas para pelaku kecurangan tersebut.

“Saya sudah minta Jaksa Agung dan polisi untuk mengusut dan menindak para pengusaha itu tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kerugian negara akibat ulah mafia pangan ini ditaksir mencapai Rp100 triliun per tahun. Menurut Prabowo, tindakan ini tergolong sebagai subversi ekonomi karena secara langsung menyakiti masyarakat kecil.

“Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menikam rakyat kecil. Ini sudah termasuk subversi ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 4,2 juta ton—jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, produksi jagung meningkat sebesar 30 persen, dan produksi beras melonjak hingga 48 persen.

“Belum pernah dalam sejarah kita memiliki cadangan beras lebih dari 4,2 juta ton. Ini bukti ketahanan pangan kita membaik,” jelasnya. (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !