KOTA BOGOR – Pasca revitalisasi dan relokasi pedagang dari Pasar Bogor, Pasar Jambu Dua diproyeksikan menjadi pasar tradisional yang nyaman dan diminati masyarakat. Hingga Selasa, 31 Maret 2026, proses pengisian los dari program relokasi Pasar Bogor masih berlangsung secara bertahap.

Kepala Unit (Kanit) Pasar Jambu Dua, Iwan Arif Budiman, mengatakan bahwa geliat pasar mulai tumbuh seiring masuknya pedagang relokasi.

“Saat ini aktivitas perdagangan mulai menunjukkan pergerakan, meskipun belum seluruh lapak terisi penuh oleh pedagang relokasi,” ujar Iwan kepada awak media di kantornya, Selasa (31/3).

Baca Juga  Cara Jitu Anies Dan Bima Tangani Banjir | Headline Bogor

Ia merinci, untuk lantai dasar dari 36 los yang disediakan untuk program relokasi baru sekitar 12 los yang sudah beroperasi. Sementara di lantai atas, dari total 198 pedagang yang terdaftar, baru sekitar enam pedagang yang aktif berjualan.

“Untuk pedagang Pasar Bogor yang mengikuti program Relokasi, ada 18 yang telah melakukan aktivitas jualan. Jadi lebih dari 300 pedagang yang aktif berdagang jika ditambah dengan pedagang lama Pasar Jambu Dua,” ungkapnya.

Baca Juga  Headline Bogor | PMII UIKA Gelar Konfercab Ditengah Kejanggalan

Iwan menegaskan pihaknya terus mendorong para pedagang untuk segera menempati kios yang telah disediakan. Upaya ini dilakukan agar roda perekonomian di pasar dapat berjalan optimal sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.