BOGOR – Puluhan anak penyandang disabilitas, Orangtua hingga Guru Sekolah Difabel ikuti Workshop Flanel Art dan Workshop Mozaik Kancing, sabtu pagi di Rusunawa Cibuluh (24/11). Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi anak difabel, sekaligus bersosialisasi bersama para penyandang disabilitas lainnya.

Workshop yang berlangsung selama 3 jam ini di ikuti oleh 40 siswa kelas 1 hingga kelas 11 dari berbagi Sekolah Luar Biasa (SLB) Se-Bogor. Para peserta yang memiliki kekurangan ini seperti penyandang Rungu, Daksa, Grahita, Autism, Down Syndrome, Slow Respon dan ADHD turut antusias dalam mengikuti acara tersebut.

Isna selaku Sekretaris Jenderal Yayasan Difabel Action Indonesia (YDAI) menuturkan, hasil karya yang nantinya akan dipamerkan pada saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional bulan Desember mendatang.

Baca Juga  Tim Advokat Headline Bogor Siap Hadapi Laporan Jajang | Headline Bogor

“Ini adalah workshop kerajinan ke 3 dan 4 sinergi YDAI bersama Komunitas SENYUM Difabel Bogor. Kali ini kami mengenalkan pada anak-anak Seni Mozaik Kancing dan Kerajinan Flanel,” terang Isna kepada Asatuonline.

“Kali ini ada 40 anak yang mengikuti workshop. Terbagi dalam 2 kelas, workshop Flanel Art dan workshop Mozaik Kancing,” tambah Isna.

Workshop yang dibagi dalam 2 bagian ini diantaranya, Mozaik Kancing ada gambar Buah (Pir, Apel, Semangka), Bunga (Tulip, Matahari, Anggrek), Binatang (Gajah, Panda, Bebek) dan Kartun (Donal) juga rangkaian huruf. Sedangkan untuk workshop Flanel Art anak-anak membuat Celengan, Gantungan Kunci serta Bros berbentuk Keropi, Mobil, Bunga, Singa Laut, Anak Ayam, Ikan Lumba-lumba, Kumbang, Babi dan Sapi.

Baca Juga  PMII Universitas Pakuan Gelar Mapaba | Headline Bogor

Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini pun mengapresiasi dan berterima kasih siswanya dapat mengikuti rangkaiannya guna meningkatkan daya motorik anak.

“Kami senang murid kami bisa turut serta menjadi peserta workshop. Sangat membantu Motorik anak dan bisa meningkatkan Kreatifitasnya,” ujar Yoyoh, Kepala Sekolah SLB Mentari.

(AP)