[et_pb_section admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Teks”]

Sang rembulan menyampaikan terimakasihnya.

Karnamu, ia dapat melihat kembali senyuman ku dalam gelap malam yg dibawanya.
Ia bersinar lebih terang karena itu.
Mengetahui, sang kelabu telah berwarna karnamu.
Kalbuku tak sanggup menutupi derasnya aliran kebahagiaan ini.
Sang rembulanpun tak ragu ikut tersenyum sepanjang kulminasi.
Menari ia dibuatnya.
Tertawa ia dibuatnya.
Para bintang pun memenuhi ajakannya.
Ajakan untuk merayakan kebahagiaan kita.

Baca Juga  Sepotong Sajak Di Akhir November

Bahkan

Para rusa berhenti berlarian.
Burung-burung menghentikan sayapnya yg dikepakkan.
Singa lapar tak gusar walau tak makan.
Rumah tua ikut sembuh dari retakan.
Bumi tak khawatir walau tak dipetakan.
Kera tak acuh walau tak bergelantungan.
Katak meliburkan diri dari teriakan.
Aku, aku tak peduli walau tertekan.
Aku tak peduli walau kau abaikan.
Semua ini, senyummu yg lakukan.
Izinkan cintamu kupikul dibalut kepercayaan.
Maaf saja, rasa ini berat untuk kutahan

Baca Juga  Cerpen "Allah Masih Sayang Kita" Karya Nurul Khoyimah

Vizan Satria, 2017.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]