BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berharap KNPI menjadi pelopor menjaga keamanan dan dinamika pembangunan di Indonesia. Hal ini ia ungkapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KNPI di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (3/2).

“Kalau kita selalu bertengkar, kapan kita punya waktu untuk maju,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menurutnya, peran anak muda sangat penting dalam menjaga Indonesia berada di jalur yang benar. Jika anak muda hanya memupuk kebencian maka negara Indonesia bisa bubar seperti negara lain, misalnya Yugoslavia atau India.

Baca Juga  Mendagri Lantik Iriawan, FUIB Akan Gelar Aksi Besar - Besaran | Headline Bogor

Untuk itu, dia berharap KNPI ini tidak pecah belah. Perselisihan yang ada harus dihilangkan sehingga KNPI mampu memajukan Indonesia.

“Kita butuh pemuda yang kuat bahunya. Jadilah pemuda yang turun tangan, jangan hanya tunjuk tangan atau lepas tangah,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua Umum KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan menuturkan, bonus demografi Indonesia mestinya tidak menjadi bumerang demografi, dengan memaksimalkan peran pemuda. Pemuda dianggap memiliki kekuatan besar memajukan bangsa dengan terlebih dulu mandiri secara ekonomi.

“Kita memiliki bonus demografi, tetapi jika ini tidak dimaksimakkan, akan menjadi bumerang demografi. Jika bonus demografi tidak dibarengi mentalitas, pengetahuan kebangsaan, keimanan, dan tidak diberi peluang, maka bukan menjadi bonus, tapi jadi bumerang demografi,” beber Ryano.

Baca Juga  Headline Nasional | Nasib Pengungsi Bencana, Tunggu Hasil Analisis BMKG

Sambung Ryano, saat ini KNPI memiliki jaringan organisasi hingga tingkat kecamatan. KNPI akan memaksimalkan para anggotanya melalui program activispreaner. Sebuah program yang mengajak pemuda mandiri secara ekonomi.

“Saat ini, 60 sampai 70 persen pemuda belum mandiri secara ekonomi. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada tantangan tingkat pendidikan pemuda yang masih rendah. Artinya, kita akan sangat mudah digantikan oleh robot,” tandas dia.