Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat ke depan, Lanjut Menparekraf, akan menitikberatkan perpaduan antara kekuatan budaya dan keindahan alam. Diantaranya adalah pengembangan geopark serta tambang batu bara Ombilin.

“Kita ingin mengembangkan wisata berbasis heritage. Harapan saya dalam kunjungan ini dapat membangkitkan semangat kita, membuka peluang dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Baca Juga  KAMMI dan Kementerian Pertanian Sepakati Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan

Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan Sumatra Barat siap untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal tersebut dikatakannya juga sejalan dengan konsep pariwisata ramah muslim yang juga mengedepankan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

“Bahwa hotel, restoran, dan sektor kuliner kita sudah siap untuk memenuhi seperti yang disampaikan bagaimana kita memenuhi unsur-unsur kebersihan, kesehatan, dan lainnya. Kita juga sudah siapkan turunan dari Perda (wisata ramah muslim) tersebut di tahun ini,” kata Mahyeldi.

Baca Juga  Tak Hanya Tanah Abang, Pedagang Pasar Kota Medan Keluhan Hal Yang Sama

Dalam kunjungan kerja hingga Jumat (23/4), Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf/Baparekraf Dadang Rizki Ratman, serta Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Oni Yulfian.