Ketua Departemen Perekonomian Nasional Partai Demokrat Sartono Hutomo mempertanyakan salah hitung anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagaimana dinyatakan Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini. Menurutnya, kesalahan menghitung anggaran PEN tidak bisa dianggap sepele.
“Ini kita sedang bicara konteks organisasi negara. Artinya, management keuangan negara ada dalam koridor UU dimana didalamnya ada profesionalisme. Bagaimana ceritanya sekelas negara bisa salah hitung anggaran. Kita sedang kelola negara bukan warung kelontong,” sindir Sartono kepada wartawan, Senin (7/9).
Lebih lanjut Sartono yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta pemerintah untuk menjelaskan secara gamblang ke publik terkait hal itu.
“Saya kira pemerintah mesti menjelaskan secara transparan ke publik apa yang dimaksud salah hitung anggaran PEN itu. Tidak bisa hanya menjelaskan melalui media saja,” tandasnya.
Menurutnya, pernyataan Ketua Satgas PEN bisa multitafsir ditengah kondisi perekonomian negara saat ini.
“Apa betul salah hitung anggaran atau jangan-jangan anggaran untuk program PEN itu sendiri sesungguhnya belum mencukupi,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengaku bahwa pemerintah salah menghitung besaran anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kesalahan hitung terjadi pada pos subsidi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

