DEPOK – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-32, Alumni Tamtama Angkatan 89 (Septa 89), menggelar syukuran yang dilaksanakan campuran hybrid (luring dan daring) di kediaman Somadi salah satu anggota Septa 89 RT 002 RW 004 Kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok, Ahad (26/10) pagi.
Moderator pada acara ini yaitu H. Nasikun anggota Septa 89 Nusantara yang Dinas di AJEND KOSTRAD Jakarta. Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh Ustad pemuka agama, lalu menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, dilanjutkan laporan keuangan yang disampaikan oleh Susilo, sebagai bendahara pusat Septa 89.
Dalam laporannya Susilo menyampaikan iuran sebesar Rp. 10.000,- yang dikumpulkan di kas Pusat Septa, digunakan untuk santunan kepada anggota yang meninggal Rp. 500.000, sakit menahun Rp. 300.000/bulan, lalu biaya perawatan di rumah sakit sebesar Rp. 300.000.
“Saya ucapkan terimakasih kepada kawan yang telah memberikan iuran yang masuk ke kas di pusat. Mengajak kita mentaati AD/ART membayar iuran, untuk membantu kawan-kawan kita, sebagai kepedulian kita, semoga menjadi ladang amal kita semua, dan saldo terakhir yang terkumpul di kas Pusat Septa 89 sebanyak Rp. 21.490.000,” pungkas Susilo.
Ucapan selamat hari ulang tahun ke-32 Tamtama Milsuk XV Septa 89 Nusantara juga disampaikan oleh seluruh Korlap Septa 89 yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia secara bergantian.
Ketua Umum Septa 89, H. Basarudin, yang terakhir berpangkat Mayor dan dinas di Mabes TNI AD Cilangkap mengatakan, Septa adalah singkatan dari September Tamtama Tahun 1989 dan bertepatan dengan dilantiknya lulusan Tamtama TNI AD yang lulus pendidikan tanggal 23 September 1989, anggota TNI aktif dan tidak aktif (pensiun) yang tersebar berada di seluruh Indonesia, mengambil nama Septa, yang sebelumnya bermusyawarah dan disepakati bersama.
“Mengikat kuat bathin kita, kita benar-benar satu angkatan dan satu letting, dan itu lebih dari saudara, setelah melewati perjalanan panjang di ujung pengabdian ini, dengan hati yang tulus saya mengajak kepada seluruh kawan-kawan septa 89 kita bersatu dan berkumpul lagi, Kita satu hati satu jiwa, jalankan komitmen, AD/ART yang kita semua sepakati bersama, 32 tahun bukan waktu yang pendek untuk bisa kita lewati dengan reuni yang ke 13 Septa 89 bisa berkumpul,” ujar H. Basarudin.
Lanjut Ketua Septa 89, sesungguhnya jika tidak pandemi kita melakukan secara tatap muka Akbar, yang cukup banyak dari beberapa daerah, meraka sangat terharu karena kawan yang dulu satu pendidikan, kita murni bekerja sosial, berkawan, merasakan susah senang, tidak bisa dibayangkan, dalam pendidikan makan satu ompreng (piring-red) diaduk dan dimakan bareng-bareng, tetapi itu kenangan yang membekas, sampe sekarang, maka dari itu jika bertemu merasa senang.
“Septa paguyuban kumpulan tentara AD dengan golongan tamtama saat itu dalam letting Sapta 89, karena dalam 1 tahun ada 2 kelulusan, kebetulan kita lulusan yang pertama, kita bersyukur kepada Gusti Allah masih bisa bersatu dan bertemu. Jika ada yang sakit ataupun ada yang meninggal kita bantu, dengan dana yang kira kumpulkan 10.000 perorang di bendahara pusat di Jakarta, kegiatan dilingkungan kita memberikan sembako kepada orang yang tidak mampu,” ungkap H. Basarudin.
H. Sabaruddin juga menambahkan, Satu hati satu jiwa merupakan semboyan dari Septa 89 dan sebagai jiwa korsa kami sebagai prajurit. Ringan dan berat sama-sama, susah sama-sama dan senang sama-sama pula. Terakhir acara HUT Septa 89 yang dilakukan secara Akbar dan bertemu langsung, terakhir pada tahun 2018 dilaksanakan di Lapangan tembak Cijantung, dan 2019 di benteng Vander Wek Gombong, Jawa tengah. Dari anggota yang terdata 4000 orang, dan dari 10 Kodam diseluruh Indonesia ada sekitar 400 orang.
“Saya sangat berharap mengajak bagi yang belum bergabung dengan Septa 89, kita yang pensiun dan yang masih aktif mari kumpul menjalin silaturahmi, dan mengenang masa lalu bersama, tidak usah melihat sekarang kita itu apa, tidak usah melihat pangkat kita, semua sama didepan Septa 89,” tutup Basarudin. (*)