
KOTA BOGOR – Dalam Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) tahun 2024, yang digelar di IPB International Convention Center, Botani Square Mall, Ahad (15/12), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum ICMI, Profesor Arif Satria, menegaskan bahwa cendekiawan Muslim akan memainkan peran strategis dengan memanfaatkan tiga game changer utama, yakni bonus demografi, revolusi industri 4.0, dan perubahan iklim.
“ICMI harus memimpin respons terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan data sains. Kami harus memastikan teknologi ini membawa manfaat yang adil, etis, dan bertanggung jawab untuk masyarakat,” ujarnya
Dalam pidatonya, Arif menekankan pentingnya dialog lintas sektor untuk menghadapi tantangan teknologi yang berkembang pesat, termasuk bagaimana agama berperan dalam hal tersebut. Ia juga mengapresiasi pandangan dua tokoh besar, yakni Dr. Mahathir Muhammad dan Prof. Emil Salim.
“Pandangan Dr. Mahathir tentang teknologi serta pemikiran Prof. Emil Salim mengenai etika kecerdasan buatan menjadi inspirasi bagi ICMI untuk terus mengawal isu ini,” tambahnya.
Arif juga mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menciptakan jurang kesenjangan baru. “AI harus menjadi alat untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera. ICMI akan memfasilitasi kolaborasi nasional dan internasional agar teknologi ini dapat digunakan untuk kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Sebagai wujud konkret komitmennya, ICMI menandatangani nota kesepahaman Deposito Wakaf bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam acara tersebut. Hanya dalam waktu satu jam, terkumpul dana sebesar Rp3 miliar yang akan digunakan untuk program beasiswa mahasiswa.
ICMI juga meluncurkan 12 milestone strategis menuju Indonesia Emas 2045. Di antaranya pembangunan gedung kantor baru ICMI, pembuatan database kartu anggota, pengembangan Desa Cendekia sebagai model pemberdayaan berbasis inovasi, ekspansi organisasi wilayah ICMI di lima negara baru, serta layanan zakat, infak, dan sedekah melalui LazisMI.
Arif menegaskan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan energi akan menjadi prioritas utama dalam mendukung visi besar tersebut.
“Saatnya umat Islam menjadi penggerak perubahan global, tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga berlandaskan etika dan keadaban,” pungkasnya. (DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !