
Juru Bicara Kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina sebelumnya menegaskan, AS tak berwenang membatalkan resolusi legitimasi internasional. Washington pun tak memiliki hak untuk memberikan legitimasi apa pun terhadap permukiman Israel.
“Ini batal dan tidak berlaku, dikutuk dan benar-benar bertentangan dengan hukum internasional serta resolusi legitimasi internasional,” kata Nabil Abu Rudeina, Senin (18/11), dilaporkan WAFA. “Kami menganggap Pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas segala dampak dari langkah berbahaya ini,” ujar Rudeina.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Aboul-Gheit telah mengutuk sikap AS yang tak lagi menganggap permukiman Israel di wilayah Palestina ilegal. Menurut dia, hal itu berisiko memicu perkembangan negatif.
Salah satunya adalah meningkatnya aksi kekerasan para pemukim Israel terhadap warga Palestina. Situasi tersebut akan membuat prospek perdamaian dan solusi dua negara semakin buram.
Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza juga mengecam pernyataan Mike Pompeo. “Pernyataan pejabat AS itu menegaskan pihaknya merupakan mitra dalam serangan terhadap rakyat kami dan hak-hak mereka,” ujar Juru Bicara Hamas Hazim Kasim dalam sebuah pernyataan pada Senin, dikutip laman Anadolu Agency.
Kasim menyatakan secara tegas, permukiman Israel di wilayah Palestina adalah kejahatan perang. “Israel mengusir pemilik tanah dan membangun permukiman menggunakan kekuatan serta membawa warga Israel ke sana dari seluruh dunia,” ujarnya. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !