Sebelumnya, bantuan mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), obat-obatan, alat rapid test, sembako, bantuan tenaga (relawan), hingga uang tunai yang diserahkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar dan organisasi Jabar Bergerak ini pun sudah didistribusikan kepada warga terdampak dan membutuhkan.
“Karena apa yang disumbangkan juga membuahkan hasil, di mana kondisi penanganan COVID-19 di Jabar selalu dalam level terkendali,” tambahnya.
Yang dimaksud, lanjut Kang Emil, antara lain angka reproduksi COVID-19 yang selama enam minggu ini selalu di bawah angka satu. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit pun kini tinggal 29 persen dari kapasitas. Sementara tingkat risiko atau jumlah kasus terhadap populasi juga terus menurun.
“Mudah-mudahan bantuan-bantuan dari pribadi dan korporasi ini juga menandakan kita terus konsisten menjaga kewaspadaan,” ucap Kang Emil.
Sementara itu salah satu donatur, PT Nestlé Indonesia, telah bermitra dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar dalam penyaluran APD dan produk makanan ke berbagai fasilitas kesehatan, komunitas masyarakat, hingga perkantoran di berbagai daerah di Jabar.
“Jabar sudah menjadi rumah bagi Nestlé Indonesia dan kami merasa telah menjadi bagian dari masyarakat dan ingin mendukung dan berjuang bersama dalam mengatasi pandemi ini,” ujar Direktur Coorporate Affairs Nestlé Indonesia Debora Tjandrakusuma.
Selama pandemi COVID-19, Nestlé Cares pun menyalurkan bantuan secara bertahap di 34 provinsi se-Indonesia. Lebih dari 1,5 juta APD dan lebih dari 1,6 juta produk makanan dan minuman juga disalurkan untuk mendukung tenaga kesehatan yang sedang bertugas di garda terdepan serta masyarakat yang terdampak dari pandemi COVID-19. (*)