KOTA BOGOR – Perumda Tirta Pakuan, Kota Bogor angkat bicara terkait dugaan penyalahgunaan ijazah palsu oleh direksi Perumda Tirta Pakuan, Kota Bogor yang disuarakan Sejumlah Pemuda dari Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Bogor.

Sekretaris Perusahan Perumda Tirta Pakuan, Teguh Setiadi menyatakan, menghormati hak menyampaikan pendapat yang disampaikan oleh Pemuda Lira.

Menurutnya, tuntutan aksi tersebut mengarah kepada personal direksi, bukan secara kelembagaan.

Teguh mengatakan bahwa persoalan tersebut tidak menjadi kewenangannya.

Karena itu, dia akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada direksi yang dimaksud untuk mengambil tindakan dari Perumda Tirta Pakuan.

Baca Juga  Headline Nasional | #BersihkanIndonesia  Dari Para 'Buaya' Pelindung Koruptor

“Kami akan mengambil tindakan berikutnya ketika saya sudah konsultasi dengan direksi,” tegasnya, dikutip dari liputanbogor.com

Sebelumnya diberitakan, Pemuda Nasional (Pemnas) Bogor Raya, berharap DPRD Kota Bogor menindaklanjut informasi tersebut.

“Sebagai pengawas, Ini harus ditindaklanjuti oleh Komisi II DPRD Kota Bogor tentang benar, tidaknya informasi ini,” tegas Galih, Jumat (11/3).

Ia pun berharap, Panitia Seleksi (Pansel) pemilihan direksi Perumda Tirta Pakuan dapat memberikan klarifikasinya, tentang benar atau tidaknya informasi tersebut.

“Pansel pun harusnya memberikan klarifikasi tentang isu ini, bukanlah mereka yang bertanggung jawab dalam menseleksi para calon yang sekarang telah duduk di direksi Perumda Tirta Pakuan,” tandas Galih.

Baca Juga  BPKH Gelar Sosialisasi Digitalisasi Dan Kanal Ekosistem Pengelolaan Dana Haji

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setdakot Bogor, Alma Wiranta mengatakan, informasi tersebut perlu diklarikasi sebagai keterbukaan informasi publik.

“Proses pemilihan Direksi Perumda Tirta Pakuan sangat ketat sampai dengan penelitian berupa fit dan profer test, tentunya perlu diklarifikasi hal ini sebagai keterbukaan informasi publik,” tulis Alma, saaat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat. Kamis (10/3).

(DR)