JAKARTA – Jagat maya diramaikan dengan perbincangan seputar sosok pengganti Miftah Maulana atau Gus Miftah, yang baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Nama Ustadz Adi Hidayat (UAH) mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi tersebut.
Gus Miftah memutuskan mundur setelah kontroversi terkait pernyataannya yang dianggap menghina pedagang es teh. Kini, Ustadz Adi Hidayat, yang dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh di Indonesia, digadang-gadang bakal diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sosok dan Kiprah Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat menjunjung tinggi pendidikan agama dan nilai-nilai tradisional.
Sejak kecil, Ustadz Adi telah menunjukkan kecerdasannya, berhasil lulus dari SDN Karaton 3 Pandeglang dengan predikat siswa terbaik.
Pendidikan agama ditempuhnya di Madrasah Salafiyah Sanusiyah, tempat ia pertama kali menjadi penceramah cilik.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, yang menggabungkan kurikulum agama dan umum.
Perjalanan akademiknya kian gemilang ketika ia melanjutkan studi ke Fakultas Dirasat Islamiyah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur undangan pada tahun 2003.
Tidak berhenti di situ, Ustadz Adi juga menerima undangan khusus untuk belajar di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya, di mana ia berhasil menyelesaikan program Magister.
Pendirian Quantum Akhyar Institute
Pada 2013, Ustadz Adi Hidayat mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah pusat kajian Islam modern yang bertujuan untuk menyebarluaskan pendidikan dan dakwah berbasis Al-Qur’an dan Hadis.
Lembaga ini menawarkan berbagai program inovatif, termasuk kaderisasi ulama, sekolah terbuka, dan kelas profesi.
Quantum Akhyar Institute juga dikenal dengan metode pembelajaran seperti Quantum Arabic, yang dirancang untuk membantu peserta memahami bahasa Arab secara cepat dan efektif.
Selain itu, platform digital seperti Akhyar TV menjadi media utama dakwah UAH, menjangkau jutaan pengikut di media sosial.
Sosok yang Menginspirasi
Kiprah Ustadz Adi Hidayat sebagai ulama modern tidak hanya memengaruhi umat Islam di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional.
Reputasinya sebagai pendakwah yang inovatif, serta pemahaman mendalamnya terhadap Al-Qur’an, menjadikannya figur yang dinilai mampu membawa harmoni antarumat beragama di Indonesia. (DR)