
KABUPATEN BOGOR – Aksi cepat tanggap ditunjukkan sejumlah elemen masyarakat sipil Kota Bogor dengan menyambangi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Sabtu (12/9).
Kolaborasi yang melibatkan Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Cabang Kota Bogor, LBH WPM, Cafe Teras Nona Manis, dan Brain Foundation tersebut menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada petugas dan relawan yang tengah berjibaku memadamkan api di lokasi.
Bantuan yang disalurkan berupa makanan, minuman penyegar, serta perlengkapan pendukung operasional. Bantuan tersebut diberikan langsung di kawasan terdampak sebagai bentuk solidaritas terhadap para petugas yang berada di garis depan penanganan kebakaran.
Kehadiran kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi dukungan bagi petugas yang menghadapi risiko paparan asap tebal dan suhu ekstrem selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Ketua HPPMI Kota Bogor, Sion Toni Samosir, yang hadir langsung sebagai perwakilan tokoh lingkungan dan pertanian, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran, khususnya jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas pemadam kebakaran, serta para relawan penanggulangan bencana.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemadam kebakaran, dan seluruh stakeholder yang bergerak cepat memadamkan api serta menjaga kondisi lingkungan di Galuga. Perjuangan para petugas di lapangan tidak mudah, dan kehadiran kami di sini adalah wujud solidaritas untuk mendukung seluruh jajaran yang berjuang demi keselamatan warga Kota Bogor,” ujar Sion Toni Samosir saat memberikan keterangan di lokasi.
Menurutnya, sinergi antara DLH, petugas lapangan, dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan dampak kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan terukur sekaligus meminimalkan risiko terhadap kawasan permukiman di sekitar TPA Galuga.
Ancaman Ekologis Kebakaran TPA Galuga
Peristiwa kebakaran di TPA Galuga menjadi perhatian serius dari sisi ekologi. Tumpukan sampah organik yang tertimbun dalam jangka panjang mengalami proses pembusukan anaerobik yang menghasilkan gas metana.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !