
Di tempat yang sama, Ade Umyana, Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Leuwimekar menjelaskan, bahwa awalnya tempat tersebut sebagai tempat pengumpul sampah bahkan masyarakat membuang sembarangan.
“Masyarakat yang tinggal di sekitaran, itu di jadikan tempat pembuangan sampah, akibatnya pemukiman warga itu tidak sehat. Maka inisiatip lah panguyuban pemuda untuk bagai mana caranya sampah ini di kelola dengan baik, supaya tidak bertebaran begitu saja , karna epek dari sampah itu berbahaya,” Katanya.
Menurut, Ade, berbekal dari situ kita buatkan tempat penampungan sampah yang sangat sederhana, kemudian, relawan yang sering berkunjung mencari aspirasi dari masyarakat di doronglah ke dewan tersebut.
“Alhamdulillah dengan adanya tempat pengolahan sampah, sekarang terlihat mejadi bersih dan sampahnya di olah menjadi pupuk kompos dan pemasaran pun cukup bagus dalam kondisi saat ini, karena ibu-ibu terutama, untuk pupuk bunga ini sangat di perlukan, akhirnya banyak pesanan dari sebagian warga sampai kita kerepotan juga, ” jelasnya
Lanjut Ade, itu bisa mendorong membuka lapangan kerja di daerah sekitar dan ia berharap untuk bisa menular ke wilayah lain di Desa Leuwimekar.
” Mudah-mudahan ini bisa menular ke wilayah lain di desa Leuwimekar. Sekarang kesadaran masyarakat sudah mulai terbangun, bagai mana pentingnya menjaga kebersihan dengan Pola hidup sehat, ” pungkasnya.
(Agil).