Headline Bogor | Bansos Provinsi Berkurang, Pemdes Cemplang Khawatir Ada Kecemburuan Masyarakat

KABUPATEN BOGOR – Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jawa Barat tahap II di wilayah Kecamatan Cibungbulang banyak sekali ditemukan kejanggalan di setiap desa, terkait penurunan dan pemambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan seperti salah satu contoh di desa Cemplang.

Adanya penurunan drastis dari 716 KPM pada tahap I menjadi 546 KPM pada tahap II ini dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

“Ya ada sedikit kecewa bantuan dari tahap pertama sebanyak 716 KPM, untuk tahap kedua malah berkurang menjadi 546 KPM, dan menjadi masalah ketika pada tahap pertama warga menerima dengan senang hati pada tahap kedua warga tidak menerima malah sakit hati melihat tetangga nya yang di tahap pertama sama – sama menerima tapi di tahap kedua malah tidak menerima sama sekali, ” ujar Dikky Firmansyah, Sekretaris Desa Cemplang, saat dimibtai keterangannya ketika pendistribusian Bantuan di Kantor Desa Cemplang. (14/7)

Dikky berharap adanya solusi karena masih ada warga yang benar-benar belum menerima bantuan sama sekali, malah tahap kedua ini berkurang lebih banyak.

Kepala Desa Cemplang, Hj. Odah melihat dengan penurunan yang drastis ini akan sulit untuk menjelaskannya kepada masyarakat, karena pada tahap pertama mendapatkan namun sekarang tahap kedua tidak mendapatkan.

“Mengapa data penerimanya berkurang mungkin membesarkan hati warga yang tahap pertama menerima, namun di tahap kedua tidak menerima dengan mengikhlaskan jika memang tidak menerima lagi di tahap kedua ini,” ucapnya.

Odah berharap, adanya solusi dan terus berupaya agar RW di wilayah Desa Cemplang melakukan perbaikan data untuk tahap ketiga melalui aplikasi sapa warga.

“Tapi tetap dari pemerintah desa Cemplang berterima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah menyalurkan bantuan gubernur untuk warga kami terkena terdampak Covid19, dengan penuh harapan, semoga Covid19 cepat berakhir dan juga tidak ada lagi polemik terkait bantuan sosial dari sumber manapun,” Pungkasnya.

(Agil)