Permasalahan lain yang timbul, lanjut Sekda Burhanudin, adalah tenaga vaksinatornya kelelahan, karena tenaga kesehatan baik di wilayah, SKPD, Puskesmas, adalah orang – orang yang sama. Untuk itu ia mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Jabar atas dibukanya sentra vaksinasi BPBD Jabar.
Selanjutnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Dani Ramdhan mengatakan, di daerah lain sentra vaksinasi diselenggarakan selama dua bulan, 28 hari untuk dosis pertama dan 28 hari untuk dosis kedua dengan 2.000 peserta per hari. Namun di Kabupaten Bogor berbeda metodenya, rencananya kita laksanakan di beberapa titik masing-masing sasarannya 3.000 peserta, sehingga hal ini bisa mempersingkat waktu tidak harus dua bulan.
“Tenaga pendukungnya adalah relawan dari Pramuka dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kami berharap vaksinasi bisa membantu masyarakat karena sedang membutuhkan, dan dalam rangka mempercepat pembentukan herd immunity,” kata Dani.
Dani menambahkan, target sasaran Jawa Barat itu hampir 37 juta penduduk selesai dalam 1 tahun. Untuk memenuhi target tersebut tidak mungkin dicapai dengan cara yang biasa. Harus ada upaya yang masif, kreatif, dan intensif. Jika tidak, harus menunggu 10 tahun memenuhi 37 juta penduduk selesai divaksin.
“Soal ketersediaan vaksin, kalau misalkan masih ada cadangan vaksin, koordinasikan saja. Kita akan membuat landasan untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Jawa Barat siap dan bisa menerima vaksin lebih banyak,” tandasnya. (*)