KABUPATEN BOGOR – Dalam pembukaan acara Anniversary ke-15 Indonesian Chef Association (ICA), di AEON Mall, Sentul, Selasa (25/1), Bupati Bogor, Ade Yasin berharap ICA untuk terus memperkenalkan kuliner asli Indonesia ke mancanegara.
Bupati Bogor mengungkapkan, manfaat dari makanan diantaranya dapat membuat bahagia, penyemangat dalam hidup. Dan kuliner tradisional saat ini sudah masuk hotel-hotel bintang lima, artinya makanan bisa menyentuh semua kelas dan kalangan, sehingga kita bisa dipersatukan oleh makanan.
“Makanan khas daerah juga bisa menjadi duta promosi yang efektif. Masyarakat kita familiar dengan makanan Jepang, seperti sushi, ramen, atau pizza Italia, atau mie samyang ala Korea, rendang Padang, dan lain-lain padahal belum tentu pernah berkunjung ke daerah tersebut. Yang pernah makan, bahkan menggemari makanan Jepang belum tentu orang tersebut sudah pernah ke Jepang,” ungkap Ade.
Bupati Bogor menyebutkan, peran komunitas penggiat kuliner diharapkan sebagai pengembangan ekonomi kreatif demi mendukung program pariwisata, karena pariwisata tidak dapat lepas dari kuliner. Kalau pariwisatanya bagus, tapi tidak ada kulinernya sama seperti orang menikmati keindahan tapi kelaparan.
“Hari ini kita merayakan hari ulang tahun ke-15 ICA. Semoga ICA semakin solid dan terus berkembang dalam memajukan profesi chef Indonesia agar semakin berdaya saing dan menduduki kuliner tertinggi di Indonesia,” tandas Ade.
Presiden Indonesian Chef Association (ICA), Chef Henry Alexie Bloem, yang hadir secara virtual mengatakan, semoga hari ini menjadi momentum peningkatan peran organisasi yang lebih berkambang lagi. 15 tahun adalah perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama, keberhasilan, prestasi, dan kreasi yang kita capai merupakan hasil kerjasama yang kita lakukan.
“ICA selalu kokoh dalam mengambangkan organisasi dan kuliner Indonesia. Semoga di hari jadi ke 15 ini menjadi titik tolak bagi ICA untuk senantiasa melakukan perubahan yang lebih baik lagi, serta menjadi organisasi yang terbaik dalam memajukan indonesia khususnya di bidang kuliner,” kata Henry Alexie Bloem melalui sambungan virtual dari Belanda. (*)