KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin membuka kegiatan pencanangan vaksinasi bagi remaja di Stadion Pakansari, Kamis (11/8). Ia berharap dengan kegiatan ini, para remaja sadar akan pentingnya kesehatan.
Untuk itu, Bupati Ade meminta pihak sekolah, puskesmas dan kecamatan berkolaborasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi tersebut dan menargetkan 5000 remaja tervaksinasi setiap pelaksanaannya.
Bupati Ade menambahkan, kegiatan vaksinasi remaja akan terus dilaksanakan di semua sekolah mulai dari tingkat SMP, SMA secara bertahap, agar tidak menimbulkan kerumunan dan menyesuaikan ketersediaan vaksinasinya.
“Setiap pertemuan 6.000 peserta vaksinasi remaja, mudah-mudahan terkendali seperti hari ini. Dan melalui vaksinasi remaja ini, saya berharap remaja sadar akan Kesehatan, sehingga berjalan dengan sukses. Untuk Target hari ini 5.000 untuk pelajar,” ungkap Bupati Ade.
Lanjut Bupati Ade, perlu pengaturan jadwal oleh masing-masing sekolah berkolaborasi dengan Kecamatan dan Puskesmas bahkan bila perlu melalui vaksinasi keliling ke sekolah-sekolah.
“kita atur waktunya sedemikian sehingga semua kebagian dan tentunya puskesmas memberikan pelayanan.Jadi tenaga kesehatannya kan itu itu juga, jadi Puskesmas juga jangan menolak, ada yang terdekat misalkan ada anak yang rumahnya dekat dengan puskesmas, mau vaksin kedua di puskesmas tidak masalah, karena kita tidak termasuk dalam uji coba masuk mall mintai kartu vaksin,” katanya.
Untuk Kabupaten Bogor, Bupati menuturkan, vaksinasi belum mencapai 70%, berbeda dengan Jakarta sudah 70% sehingga ada aturan untuk masuk mall dengan kartu vaksin itu cukup kuat, kalau Kabupaten Bogor belum diarahkan untuk buka mall, karena vaksin belum semua.
“Kita ikuti saja ketentuan pemerintah untuk menahan dulu, saat ini sudah sekitar 900 ribuan yang vaksin, target kita kan 1,2 sampai akhir agustus, lalu nanti pemerintah juga akan terus memberikan vaksin rencana empat juta dosis yang akan disampaikan ke Kabupaten Bogor secara bertahap.
“Sehingga di akhir 2021, Desember sudah 70% yang akan kita vaksin.target kita yang sehari kita laksanakan di kecamatan 2.000 per hari per kecamatan ini kalau ingin percepatan saya juga butuh kerja sama semua pihak jadi kita naikkan 4.800 per kecamatan per hari,” paparnya.
Lanjut Ade Yasin, dirinya berencana akan melakukan vaksinasi keliling kepada masyarakat Lanjut Usia (Lansia) untuk menjangkau para lansia terutama di daerah yang sulit terjangkau oleh vaksinasi massal. Kemudian juga vaksinasi keliling ke pondok pesantren.
“Kita jemput mereka khususnya masyarakat yang punya keterbatasan untuk menjangkau vaksinasi massal seperti ini. Misalnya terlalu jauh ke puskesmas, sehingga kita jemput, kalau di jemput ada pendamping dan ada tenaga tenaga yang memang kita siapkan yang termasuk fabel,” tegas Ade Yasin.
Katanya, dirinya juga sudah meminta kepada pemerintah pusat untuk droping vaksin sebanyak mungkin. Ia juga sudah berkoordinasi dengan ikatan dokter, ikatan bidan perawat dan semua stakeholder Kesehatan, karena Kabupaten butuh tenaga vaksinator yang banyak.
“Kalau tenaga administrasi dan lain lain kan bisa dibantu oleh tagana, oleh pramuka oleh pmi oleh sekolah guru-guru semua terlibat untuk tenaga yang lain, kalau vaksinator kan tenaga khusus jadi yang mungkin kita tambah dan kita genjakan lagi adalah berikan angka tenaga vaksinator” tutupnya.
Sementara itu, Danrem 061, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan bahwa, Kabupaten Bogor bekerjasama melakukan kegiatan vaksinasi ini dengan TNI, Polri, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Karena semua intinya bekerja terbaik untuk melayani pelaksanakan vaksinasi kepada masyarakat, jadi kitapun bisa melaksanakannya bergantian, mungkin hari ini TNI, mungkin besok dilaksanakan dari Polisi, dan Dinkes,” ujarnya.
Terakhir, Brigjen Achmad menyampaikan bahwa target vaksinasi sudah mengarah kepada para pelajar SMP dan SMA, dengan harapan melakukan vaksinasi bisa segera melaksanakan kegiatan belajar tatap muka.
“Kemarin kita sudah melaksanakan vaksinasi 260 ribu orang, target kitapun sudah mulai mengarah kepada pelajar SMP dan SMA kita perbanyak dengan harapan segera melaksanakan vaksinasi, kemudian belajar tatap muka,” ungkapnya. (*)