“Saya juga diundang waktu itu di BES untuk memperbaiki tata kelola perbatasan di tata ruangnya, kemudian meningkatkan potensi ekonomi di setiap wilayah kabupaten, dan terakhir saya tekankan upaya dari kedua kabupaten khususnya Kabupaten Bogor untuk membuat jembatan ikonik. Bahkan saya bilang ke Bupati Bogor berikan kesempatan kepada masyarakat bila perlu kita lombakan buat jembatan yang betul-betul jadi kebanggan wilayah Bogor Timur, hingga apapun yang diperjuangkan kedepan betul-betul berkesan,” cetusnya.
Menurutnya, disamping fungsi, ada estetika, ada pengembangan sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan terutama bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Sinergi dengan Cianjur, dan koordinasi dengan Pemkab Cianjur telah ia lakukan.
“Saya ingatkan harus ada komunikasi intens agar Puncak 2 bisa benar-benar terealisasi. Jika negara tidak hadir dalam konteks APBN kita akan perjuangan tiap tahun dalam DAK saja,” ungkap Bupati Ade.
Dan berkaitan dengan jalur Puncak 2, Bupati Ade pun telah berkesempatan bertemu Menteri PUPR saat peresmian bendungan, dan mengingatkan pemerintah pusat untuk dapat segera nerealisasikan terkait jalur Puncak 2 karena sudah mendesak.
Kemudian Kepala Desa Warga Jaya, Ooy Tamami mengaku sangat berterima kasih atas berkunjungnya Bupati Bogor Ade Yasin, Komisi V DPR RI, Kapolres dan Dandim. Ia berharap dengan adanya kunjungan dan peninjauan langsung itu menjadi langkah awal bisa terealisasinya jalur Puncak 2.
“Mudah-mudahan segera terealisasi untuk aksesibilitas kesehatan, kita lebih sering ke RS yang ada di wilayah Pemkab Cianjur melalui jalur Cimacan, karena kalau ke Jonggol atau RSUD Cileungsi butuh waktu 2 jam lebih untuk bisa kesana. Jalur Puncak 2 ini juga diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan dan kepadatan Puncak,” tukasnya. (*)