KABUPATEN BOGOR – Sebagai bentuk dukungan di bidang sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan berupa mesin pertanian dan asuransi pertanian. Bantuan secara simbolis diserahkan Bupati Bogor, Ade Yasin di Taman Teknologi Pertanian, Cigombong, Selasa (24/8).
Bupati Ade menjelaskan, Pemkab Bogor memfasilitasi bantuan yang sifatnya untuk kelompok, seperti alat-alat pertanian, traktor, bibit, pupuk dan lain-lain. Pemkab Bogor pun memberikan kultur jaringan bagi petani bunga.
“Pemerintah daerah mendorong pemulihan ekonomi di lima sektor, yaitu sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, industri. Dan sektor pertanian adalah salah satu sektor pembangkit ekonomi. dan bantuan yang diberikan demi menjaga produktivitas petani di tengah pandemi,” ujar Ade.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty menjelaskan, penyalurkan alat mesin pertanian dan asuransi kepada kelompok tani merupakan bantuan dari pemerintah Kabupaten Bogor, serta menjamin kerugian petani akibat kerusakan hasil pertanian.
Siti memaparkan, untuk bantuan alat mesin pertanian diberikan kepada kelompok tani di 40 kecamatan sebanyak 153 unit, terdiri dari traktor, cultivator, pompa air, motor, concealer, monster chester, pemantik singkong, sealer, huller, polisher padi, power flasher, tedi power, alker, set alat barista, alat sortir manual padi, alat pengolahan keripik pisang, dan alat pengolahan galic.
“Selanjutnya diserahkan Asuransi AUTP dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan PT. Jasindo seluas 20.000 hektar untuk 1.155 kelompok tani secara simbolis kepada, Kelompok Tani Setiawardi Desa Ciburayut Kecamatan Cigombong, Kelompok Tani Wanti Asih Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, Dan Kelompok Tani Lima Pelita Desa Cinagara Kecamatan Caringin,” paparnya.
“Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kepada Bupati Bogor beras organik produksi Kelompok Tani Bakti Jaya Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, yang merupakan hasil kerja sama antara kelompok tani dengan Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) melalui program pengembangan budaya organik di pedesaan serta pelaksanaan pertanian berkelanjutan,” tambah Siti. (*)