
CBA juga meminta tindakan di lapangan ditunda sampai legalitas dan asal-usul kepemilikan lahan dipastikan melalui pemeriksaan resmi. Terlebih, sejumlah warga mengaku masih rutin membayar pajak atas lahan yang mereka klaim.
Konflik tersebut turut menjadi perhatian setelah saham PT Sentul City Tbk (BKSL) mengalami penurunan. Setelah sempat menyentuh Rp193 per saham, harganya tercatat berada di kisaran Rp44 pada 27 Oktober 2026 pukul 16.14 WIB.
Pada penutupan perdagangan Jumat (30/10), saham BKSL kembali melemah 5 persen ke level Rp38 per saham. Data tersebut merujuk pada Google Finance per Minggu (1/11/2026).
Di sisi lain, pemilik Palm Boko, Ozzy Sudiro, mengaku telah melaporkan dugaan perusakan lahan dan pemerasan oleh oknum PT Sentul City ke Ditreskrimum Polda Jawa Barat.
Ozzy menyebut aktivitas alat berat dan puluhan pekerja masih berlangsung di atas lahan yang diklaim sebagai miliknya, meski pihaknya telah mengumpulkan bukti dan mengingatkan perusahaan terkait aturan hukum.
“Kami kumpulkan terus bukti-bukti perusakan yang mereka lakukan setiap hari. Sudah kami ingatkan soal aturan main dan hukum yang berlaku, mereka tetap membuldoser lahan kami. Aroma arogansinya sangat kental, dua kali dipanggil Polda juga mereka mangkir dan tetap melakukan aktivitas pembangunan di atas lahan kami,” kata Ozzy Sudiro.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah pemilik lahan di sekitar Bojong Koneng tetap membayar pajak kepada negara.
“Pajaknya kami bayar terus dan diterima oleh pemerintah, sementara sekarang lahannya diklaim milik Sentul City, pemerintah daerah juga harus ikut bertanggungjawab atas kisruh ini,” tandas Ozzy.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !