
JAKARTA – Pemerintah mulai mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat dengan meluncurkan program CKG Sekolah yang resmi dimulai pada Senin (4/8).
Program ini menyasar sebanyak 53,8 juta pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga menengah, termasuk SD, SMP, SMA, SMK, madrasah, pesantren, sekolah rakyat, dan sekolah luar biasa (SLB).
“Karena sekolah rakyat itu adalah sekolah berasrama jadi kemarin kita mulainya duluan. Kita sudah melakukan cek kesehatan gratis sekolah rakyat di 72 sekolah,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari laman Kemenkes, Senin (4/8).
Dalam pelaksanaan awal program ini, masalah gigi menjadi keluhan terbanyak yang ditemukan pada peserta didik, diikuti dengan gangguan penglihatan dan anemia. Budi menyampaikan keprihatinannya atas temuan tersebut.
“Saya juga terkejut, ternyata banyak anak kita memiliki masalah gigi, mata, dan kecemasan akibat penggunaan gadget,” ujarnya.
Selain pemeriksaan fisik, program ini juga mencakup deteksi dini kesehatan jiwa, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Pemeriksaan kesehatan mental seperti tingkat kecemasan dan depresi juga mulai dilakukan agar bisa segera ditangani.
“Kita mulai ukur (tingkat) kecemasan, depresi, agar bisa ditindaklanjuti lebih awal,” jelas Menkes.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa program ini ditujukan bagi anak-anak usia 7 hingga 17 tahun, dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.
“Dalam Cek Kesehatan Gratis itu juga sesuai dengan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi anak-anak kita, juga beban penyakit yang besar yang dihadapi oleh masyarakat. Itu yang menentukan apa saja yang nanti kita periksa,” terang Maria.
Jenis Pemeriksaan CKG Sekolah
Siswa SD/Sederajat (7–12 tahun):
Siswa SMP/Sederajat (13–15 tahun):
Siswa SMA/Sederajat (16–17 tahun):
(DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !