Dia kemudian mencontohkan apa yang menjadi cerita kelam bagi masyarakat di Sendai, Jepang saat menghadapi tsunami pada 2011 silam. Pembangunan proyek penahan gelombang tsunami buatan Jepang sekalipun nyatanya tak mampu meredam amukan air laut yang naik ke daratan. Bahkan, korban justru lebih banyak.

“Oleh karenanya, mitigasi untuk menghadapi ini semua harus dengan kombinasi untuk meningkatkan mitigasi berbasis vegetasi dan mitigasi berbasis infrastruktur,” katanya.

Selain kombinasi mitigasi berbasis vegetasi dan infrastruktur itu, hal lain yang juga harus ditingkatkan adalah adanya kesiapsiagaan dari masyarakatnya. Dalam hal ini kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda alam harus dikuatkan, sehingga bencana dapat diminimalisir dampak jatuhnya korban maupun harta benda,

Baca Juga  Headline Nasional | WNA Miliki KTP-el Dan Sempat Masuk DPT, Mardani Sera : Komisi II Akan Bahas Lagi Hal Ini

“Ini adalah solusi terbaik disamping juga kesiapsiagaan masyarakat, apabila ada gempa dengan durasi sekitar 20 detik, keras, maka tidak perlu harus menunggu alarm atau pemberitahuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Keseriusan Doni Monardo soal peningkatan pelestarian tanaman sebagai mitigasi bencana berbasis ekosistem merupakan sudah menjadi komitmennya sejak sebelum hingga pertama kali menjabat sebagai Kepala BNPB pada awal 2019 dengan mengusung jargon “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”.