KOTA BOGOR — Ikatan Pemuda Mawar Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) yang menerapkan prosedur ketat menjelang Idul Adha. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah tepat yang tidak bisa ditawar.
Di tengah potensi persoalan distribusi dan kesehatan hewan kurban, pengetatan aturan dianggap penting sebagai upaya pencegahan agar pelaksanaan Idul Adha tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Kelonggaran justru dikhawatirkan membuka peluang terjadinya pelanggaran yang merugikan masyarakat luas.
Ketua Ikatan Pemuda Mawar Tengah, Antonius Hendry Sakkot Panjaitan menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar aturan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan sosial bersama.
“Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal komitmen kita menjaga ketertiban, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Jangan ada pihak yang menganggap ini sepele, apalagi mencoba mencari celah untuk menghindari aturan,” ungkap Antonius dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/3).
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit.
“Pencegahan penyakit hewan itu harga mati. Tidak boleh ada hewan kurban yang lolos tanpa pemeriksaan. Semua wajib dicek secara menyeluruh—dari asal, kondisi kesehatan, hingga kelayakannya,” ujarnya.
Selain itu, Antonius mengajak seluruh pihak terkait, termasuk HPPMI dan pemerintah daerah, untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan.