“Kami mengajak HPPMI dan kepala daerah untuk tidak hanya membuat aturan, tetapi juga turun langsung melakukan pengecekan di lapangan. Pastikan seluruh hewan kurban benar-benar sehat dan layak. Jangan sampai ada kelalaian yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penting agar pengawasan berjalan maksimal dan tidak sekadar formalitas.
“Jangan hanya sebatas imbauan. Harus ada tindakan nyata. Pengecekan langsung di lapangan adalah bukti keseriusan dalam melindungi masyarakat,” lanjutnya.
Antonius juga menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pihak yang mencoba melanggar aturan demi kepentingan tertentu.
“Siapa pun yang coba bermain di balik momentum ini harus siap berhadapan dengan konsekuensi. Jangan jadikan Idul Adha sebagai ajang mencari keuntungan dengan mengorbankan kepentingan masyarakat luas. Penegakan aturan harus dilakukan tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Ia menutup dengan memastikan bahwa Ikatan Pemuda Mawar Tengah akan ikut mengawal implementasi kebijakan tersebut hingga berjalan optimal.
“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga akan ikut mengawal. Idul Adha harus berjalan aman, tertib, dan terbebas dari risiko penyakit. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Antonius. (DR)