KOTA BOGOR – Yayasan Catatan Akhir Sekolah (CAS) kembali menggelar kejuaraan tinju amatir Gladiator Bogor Arena (GBA) Volume II Tahun 2026 setelah sukses mengadakan penyelenggaraan perdana pada tahun lalu. Mengusung tema #StopTawuran, Bunuh Narkoba dengan Prestasi, ajang tersebut resmi dibuka di GOR Indoor B Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (1/8).
Kejuaraan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi positif melalui olahraga. Sebanyak 156 peserta ambil bagian dalam 53 partai pertandingan yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni pelajar SMA/STM, alumni atau komunitas, serta kelas umum. Seluruh peserta bertanding sesuai kelas berat badan masing-masing.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan GBA yang dinilai mampu menjadi salah satu upaya nyata dalam menekan aksi tawuran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
“Alhamdulillah, Gladiator Bogor yang sebelumnya dilaksanakan di Pakansari, tahun ini diselenggarakan di GOR Pajajaran dengan diikuti lebih dari 156 peserta. Ini menjadi ajang pembuktian bahwa dengan olahraga beladiri, khususnya tinju, anak-anak Bogor dapat mengukir prestasi, bukan ikut tawuran,” ujar Dedie dalam sambutannya, Sabtu (1/8).
Ia menegaskan bahwa tawuran tidak memberikan manfaat bagi masa depan pelajar dan justru berpotensi menimbulkan dampak yang merugikan.
“Tawuran itu tidak ada gunanya, cuma ada dua hasilnya: kalau tidak cacat atau meninggal dunia, ya masuk penjara. Dengan tersedianya ajang Gladiator Bogor ini, mudah-mudahan semua anak Bogor lebih fokus pada pencapaian prestasi,” tegasnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan GBA Volume II juga datang dari Tokoh Muda Kota Bogor sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Agust Jovan Latuconsina. Menurutnya, keberanian anak muda seharusnya disalurkan melalui kompetisi resmi, bukan dalam aksi tawuran di jalanan.
“Kami mendukung penuh kegiatan GBA Volume II ini. Kami sangat berempati terhadap kejadian-kejadian tawuran yang ada. Kasihan orang tua yang sudah bersusah payah melahirkan, membesarkan, dan menyekolahkan. Jangan sampai buntutnya di jalanan hanya tawuran, menghilangkan nyawa orang, dan berakhir di penjara,” ungkap Jovan.
Ia menilai ajang olahraga seperti GBA dapat menjadi sarana efektif untuk membina potensi generasi muda sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan Kota Bogor maupun Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan Yayasan CAS telah berkontribusi besar dalam membina pemuda melalui berbagai kegiatan positif, baik di bidang olahraga maupun sosial.
“Karena Yayasan CAS tidak hanya bergerak di bidang olahraga seperti tinju dan pengembangan MMA, tetapi juga aktif di bidang sosial. Jika tidak ada kegiatan olahraga seperti ini, potensi tawuran akan berkurang. Lewat ajang ini, kita juga sekalian melakukan penjaringan untuk persiapan Porprov,” jelas Anas.
Di sisi lain, Ketua Panitia GBA Volume II 2026, Afit Gunawan, menyebut peserta tahun ini didominasi pelajar SMA/STM, terutama pada kelas berat 65 kilogram. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaring atlet-atlet potensial.
“Tujuan utama kami tetap pada komitmen stop tawuran dan bunuh narkoba dengan prestasi. Melalui 53 partai pertandingan hari ini, kami bekerja sama dengan Pak Jovan selaku perwakilan Pertina untuk menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan menjadi atlet tinju berbakat bagi Kota Bogor,” pungkas Afit. (DR)