KOTA BOGOR – Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota dan Kabupaten Bogor menggelar unjuk rasa menolak masa jabatan presiden jokowi 3 periode, kelangkaan minyak goreng, serta kenaikan harga BBM, Jumat (8/4)

Peserta aksi melakukan long march dari Tugu Kujang menuju Istana Bogor sehingga menutup jalan Otista hingga Jalan Ir Juanda, Paledang, Bogor Tengah.

Para mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan, di antaranya ‘Bogor Menggugat Istana Geruduk Istana Bogor’, ‘Tolak 3 Periode’, ‘Turunkan Harga BBM’, serta spanduk bertulisan ‘Mendag Mundur.’

Sebanyak 800 personel gabungan dari Polri dan TNI disiagakan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa mahasiswa.

Baca Juga  Berada di Kategori Merah, Jakarta Puncaki Daftar Kota Berpolusi Versi IQAir

“Ya mereka memberitahukan (rencana unjuk rasa). Kita tidak memberikan izin. Karena masih di level 2. Tapi tetap kita harus mengamankan supaya nanti tidak ada disusupin orang dan sebagainya,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes pol Susatyo Purnomo Condro ditemui di lokasi unjuk rasa.

Akhirnya pihak perwakilan Istana Bogor mau menemui dan menerima surat yang berisi 6 tuntutan yang akan disampaikan kepada Presiden Jokowi, yakni :

1. Menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana tiga periode.

2. Menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait penolakannya terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu dan wacana 3 periode.

Baca Juga  Fadli Zon Minta Investigasi dan Pertanggungjawaban Atas Tragedi 127 Orang Tewas

3. Menuntut dan mendesak segera Presiden Jokowi untuk mencopot Menteri Perdagangan dan segera mengambil langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok murah bagi masyarakat Indonesia.

4. Menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU-IKN dengan mempertimbangkan dampak kerusakan ekologis dan kemungkinan konflik agraria lainnya.

5. Menuntut dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM non-subsidi dan memastikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Indonesia.

6. Mendesak Pemerintah Pusat untuk membatalkan kenaikan PPN dikarenakan kenaikan PPN akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat.

(DR)