JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kasau, Wakasad, dan Wakasal turut mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI. Rapat yang berlangsung secara tertutup itu digelar di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11).

Usai pertemuan, Menteri Pertahanan menegaskan di hadapan awak media bahwa sektor pertahanan merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan negara serta menciptakan stabilitas nasional yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan ekonomi pemerintah.

“Pertahanan negara adalah hal yang mutlak untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjaga stabilitas nasional dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga  Dinilai Tak Kooperatif Dalam Pemeriksaan, Panji Gumilang Resmi Ditahan

Menhan menjelaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI harus dimaksimalkan demi memperkuat keamanan masyarakat, mendukung kerja pemerintah daerah, dan melindungi industri strategis yang menjadi elemen penting kedaulatan nasional.

Penguatan pada matra darat, laut, dan udara pun disebut sebagai langkah mendesak yang perlu segera diwujudkan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan untuk menyiapkan pasukan pemeliharaan perdamaian bagi Gaza di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selaras dengan arahan tersebut, Panglima TNI memaparkan perkembangan program penguatan kontribusi Indonesia pada misi internasional, terutama terkait pembentukan struktur pasukan yang tengah dirancang sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian di Gaza, Palestina.

Baca Juga  Brigadir RAT Diduga Bunuh Diri, Kapolri Pastikan Motif Sedang Didalami

“Rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang 3, kemudian di bawahnya ada tiga brigade komposit, nanti di bawah brigade komposit itu terdiri dari satu batalyon kesehatan, satu batalyon zeni konstruksi kemudian batalyon bantuan dan ada lagi bantuan mekanis,” jelas Panglima TNI.

Ia juga menerangkan kesiapan unsur udara dan laut yang akan dilibatkan dalam misi tersebut, sebagai bagian dari kontribusi komprehensif Indonesia di dunia internasional.

“Kemudian juga ada unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules dan kita siapkan dua kapal rumah sakit dari Angkatan Laut,” tutupnya. (DR)