Headline Jawa Barat | GTPP Covid-19 Jawa Barat Catatkan 3.156 Sampel Terverifikasi

Untuk itu dr. Siska meminta partisipasi aktif masyarakat dengan sukarela dan terbuka dalam uji usap yang dilakukan di klinik kesehatan, mobile, maupun tes masif.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi warga untuk takut dan khawatir atas uji usap ini. Pelayanan dilakukan oleh tenaga profesional dan dengan protokol keamanan kesehatan sesuai standar WHO.

Dia menegaskan, tes masif merupakan bentuk rasa sayang Pemda Prov Jabar kepada masyarakat dan sebagai bagian upaya deteksi dini mencegah COVID-19. Jika tes masif optimal, maka GTTP Jabar tahu berapa orang yang telah terpapar COVID-19 dan tindakan lanjutannya pun akan lebih cepat.

Post ADS 1

“Jadi jangan takut karena ini merupakan cara kita semua untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dukung kami,” ucap dr. Siska.

Di tempat yang sama, Kepala UPT Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Emawati, sampel dahak tenggorok hidung yang diterima Labkes kemarin tepatnya berjumlah 3.156. Seluruhnya telah diverifikasi di Bagian Registrasi Sampel.

Diketahui hingga pukul 11.00 pagi kemarin, sampel yang telah diekstraksi mencapai1.056 sampel yang langsung menuju proses PCR. Kemudian menyusul dua gelombang lagi masing – masing 1.000 sampel. Pukul 17.00 seluruh sampel berhasil diekstraksi dan pada pukul 19.00 rampung di-PCR.

“Kita laksanakan PCR sampai lepas magrib (selesai). Seiring pemeriksaan ini untuk administrasi identitas pasien yang lainnya dilakukan secara simultan,” katanya yang juga Kepala Sub Divisi Manajemen Lab GTTP Provinsi Jabar.

Dalam uji usap ini, Labkes Jabar dibantu tim dari Universitas Padjadjaran dan Institut Teknologi Bandung. Khusus Unpad dilengkapi dengan mobile lab yang berhasil menjaring 461 sampel.

Tim dari ITB dan Unpad merupakan sebagian kecil dari 26 lab satelit yang membantu dalam tes masif baik uji usap maupun rapid tes. Saat ini di Jabar total ada 20 laboratorium RTPCR (Real Time PCR) dan enam laboratorium TCM (Tes Cepat Molakular). Labkes Jabar sebagai lab induk sendiri kini telah memiliki enam mesin PCR dan tiga mesin ekstraksi. Masih menunggu mesin PCR mobile.

Menurut dr. Ema, semua perangkat lab tersebut sejauh ini telah memeriksa 65.032 tes uji usap. Itu data per 15 Juni 2020, belum termasuk 3.156 sampel baru selesai didiagnosa. Target uji usap di Jabar sendiri mencapai 150.000 dengan sasaran seluruh PDP, ODP, tenaga kesehatan, pemudik domestik dan dari luar negeri, serta dan sasaran lain hasil penyelidikan epidemologi.

Pages: 1 2 3

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !