“Kami coba nanti isi kekurangannya, tadi diskusi bisa dilihat ada pemahaman kurang kerja kontruksi dan PBJ. Kedepan akan membuat SOP kecil sebagai pegangan mereka,” tambahnya.

Hery optimis, intuk Kota Bogor lurah ASN akan lebih mudah, beda dengan Kepala Desa (Kades) yang merupakan jabatan politis.

“Kota Bogor sebagai penyangga ibukota bisa menjadi branch march sebagai pengelola dana kelurahan yang baik dan benar,” harap Hery.

Baca Juga  Mahasiswa Polbangtan Bersama KPWK Kota Bogor Gelar Gebyar Hari Lahir Pancasila

Di tempat yang sama, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, kalaupun diakhir dirinya bisa mengantar para lurah bertemu dengan Kejari, Kejari akan membuka peluang komunikasi dikantor dan ini jarang terjadi.

Sehingga menjadi kesenangan sendiri, karena lurah dan camat dalam bekerja akan lebih tenang. Kajari lugas menyampaikan selama tidak ada niat buruk jangan khawatir, tapi jangan merasa berbuat benar tapi ada laporan hingga bisa ‘digoreng’ dan masuk laporan.

Baca Juga  RZ Apresiasi Kekompakan dan Persaudaraan IKM Limkos | Headline Bogor

“Teknis bukan dilurah, tidak paham kontruksi. Tetapi jangan khawatir selama tidak ada kepentingan pribadi atau apapun, tidak ada rekayasa itu akan bisa. Tetap protokol dilaksanakan, laporan perkembangan harus benar. Tidak asal tanda tangan tapi hasilnya tidak dilihat,” pungkasnya. (*)