CIBINONG – Bupati Bogor H. Ade Yasin yang baru dilantik dengan program kerja seratus harinya selain melayani masyarakat dalam pemerintahaan harus memiliki keberanian mengambil keputusan tegas untuk merotasi dan membenahi, dijajaran Pejabat Eselon II dan III yang kita ketahui sebagaimana amanat perda RPJMD 2013-2018 dengan 25 penciri untuk menjadi Kabupaten termaju, masih banyak permasalahaan dan tidak sesuai harapan masyarakat, banyak program program kerja di SKPD tidak dapat direalisasikan, yang dampaknya jelas kerugian masyarakat tidak bisa menikmati hasilnya,

Selain menimbulkan SILPA 2018 besar, akibat serapan APBD jaman Bupati lama minim, jelas akar masalahnya juga ada pada Kuasa Pengguna Anggaran yakni SKPD yang tidak memiliki kinerja baik, temuan BPKP ini merupakan bukti dan harus menjadi bahan pertimbangan agar tidak memilih serta menempatkan kembali penjabat eselon II, yang memang tidak bisa menyelesaikan pekerjaanya, semalah sebaliknya menyisakan permasalahaan hukum, contoh saja pertanggal 31 Desember 2018, tidak kurang dari 57 penyedia barang dan Jasa di PUPR SPMU tidak bisa dicairkan oleh Bank Jabar, jelas dampaknya kemana-mana, belum lagi kalau dikaitkan dengan 25 penciri.

Begitupun persoalan BUMD yang menjadi bom waktu dimasa kepemimpinan mantan Bupati Nurhayanti menggelontorkan modal penyertaan APBD yang nota bene uang rakyat dengan jumlah cukup signifikan ratusan milyar rupiah, bisa dilihat nyata apa keberhasilannya, malah ada BUMD yang saat ini sudah kolep mati suri alias bangkrut serta menyisakan masalah hukum, perlu secepatnya diambil solusi.

Baca Juga  Headline Bogor | Wabup Iwan Pimpin Upacara Kesiapsiagaan Bencana

Kijalu sapaan akrab Lulu Azhari Lucky yang juga Penasehat Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor, AMPB, berharap sekali kepada Bupati Bogor Ade Yasin, agar tidak memberikan kesempatan kepada pejabat-pejabat yang kinerjanya tidak baik.

Kijalu yang saat ini juga menjadi Penasehat Majelis Cendikiawan Keraton Nusantara (MCKN) Bogor, disela-sela rapat panitia untuk pagelaran seni kirab pusaka pajajaran, di kampung adat sindang barang pasir erih Taman Sari, yang rencananya akan di gelar Bulan Mei 2019, selain menyikapi permasalahaan yang ada di Pemerintahaan Kabupaten Bogor, mengajak lapisan masyarakat dari berbagai unsur dan kalangan harus ingat akan sejarah, dan kita kawal serta dukung program unggulan Bupati Ade Yasin, yakni Program Panca Karsa. (*)