KOTA BOGOR – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Sapta Bela, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor yang dinilai mengabaikan peran pemuda dalam berbagai kegiatan terkait Pilkada Kota Bogor 2024.

Sapta menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima undangan dari KPU dalam setiap kegiatan terkait Pilkada Kota Bogor. Ia mempertanyakan alasan KPU Kota Bogor tidak melibatkan KNPI sebagai wadah organisasi kepemudaan.

“Sebagai Ketua KNPI Kota Bogor, saya tidak pernah menerima undangan dalam berbagai kegiatan KPU. Ada apa KPU Kota Bogor dengan KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan di Kota Bogor,” ujar Sapta, Kamis (26/9).

Baca Juga  Kepanitiaan Tahun Baru Sunda 1 Saka 1955 Resmi Dibubarkan Di Padepokan Kijalu | Headline Bogor

Ia juga merasa heran dengan kinerja KPU Kota Bogor di bawah kepemimpinan Muhammad Zaenal Habibi, terutama saat kegiatan pengundian nomor urut calon. Sapta menegaskan bahwa unsur pemuda sama sekali tidak dilibatkan dalam acara tersebut.

“Kemarin acara gebyar pengundian nomor urut, sama sekali unsur pemuda tidak dicolek,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sapta mempertanyakan kewajiban KPU untuk melibatkan semua unsur masyarakat, termasuk unsur kepemudaan dalam proses penyelenggaraan pemilu.

Ia mendesak KPU Kota Bogor memberikan penjelasan terkait pemahaman mereka mengenai peran KNPI dan kepemudaan.

Baca Juga  Setelah Kepala BKPSDM, Kini Kepala Inspektorat Kota Bogor Ikut Bungkam Soal Bentuk Penyalahgunaan Wewenang ASN AS

“Saya meminta penjelasan dari KPU. Bagaimana pemahaman tentang KNPI atau kepemudaan, perlu dilibatkan atau diabaikan seperti ini,” tambahnya.

Sapta menegaskan bahwa KPU memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan pemilu secara menyeluruh, termasuk kepada kalangan pemuda.

Ia menilai KNPI seharusnya menjadi salah satu target utama dalam sosialisasi pemilu, bukan justru diabaikan.

“KNPI seharusnya menjadi obyek dari sasaran sosialisasi. Seharusnya ada keterlibatan yang mengikat. Bukan malah seperti tidak dianggap begini,” pungkasnya. (*/DR)