Kabari Aku Kabarku
Kabarku tak pernah mengabari aku
Tentang kabarku
Tentang persemayaman seorang bidadari
Tentang terbang tinggi seekor merpati
Dan
Tentang singgasana jiwa setelah mati
Kabarku tak peduli
Akan kabarku
Akan belati yang merajah jantung
Akan peluru yang menembus lambung
Dan
Akan gravitasi bumi yang menukik turun
Kabari aku kabarku
Bila bidadari tengah terkulai dalam sepi
Kabari aku kabarku
Andai merpati tengah ringkih dan sembunyi
Kabari aku kabarku
Bila belati telah menjelma senja kirana
Kabari aku kabarku
Andai peluru telah menjelma sebentuk bianglala
Kabari aku kabarku
Tentang kabarku
Akan kabarku
Max Erwin 08 ; 2010
Malam Bukit Ah Poong
Malam Bukit Ah Poong, Kekasih. Manufaktur mimpi yang membelah sahaja matapikir.
Anak-anak main miniatur, berdayung-dayung tangan silih meraih. Di sampingku, senyummu berdarah-darah menguliti rindu.
Aku telimpuh. Duduk merintih memaku diri. Aih kekasih, matamu,
berkemah sepanjang jalan basah dermaga hatiku.
Di Bukit Ah Poong, kekasih.
Malam lengkap tiba, lestari senyummu kian bergetar.
Di telaga ini. Telaga yang kunamai rindu.
Rinai hujan ganti wajah. Diubahnya rinai jadi gelombang.
Pasang berdetak-detak di sini, di dalam tungku api, kekasih.
Larutkah aku dalam hujan?
Ah tidak,
hanya saja senyummu terlampau mendekam.
Max Erwin 08 ; 2014
Prahara Perindu
Seorang lelaki
Bertapa di balik kemah dini hari
Matanya setajam belati
Lantangnya parau kemarau
Seorang lelaki
Perindu tak bernyali
Kepada kembang seroja
Ia tanam dibalik gelisah lesung pipinya
Mata pijak rindu
Berlarian ke hilir sungai matangilu
Ada jua yang tertimbun di atas ranjang tidur
Kini kepadamu segala rinduku mengalur
Semilir badai rindu mencibir
Hilir mudik di keranda matapikir
Kisruh jadi prahara mantra dupa
Kini kaulah muara bagi segala rindu si lelaki petapa
Max Erwin 08 ; 2015
Nyanyian Cuaca
Manusia peradaban kini
Tindak tanduk seenak jidat
Buang semau dirinya
Sampah dan limbah saling tikam
Berebut singgasana di selasar sungai
Hujan ke hujan tetap deras
Siang ke malam mencekam
Sebab hujan tak pandang doa
Ditebasnya segala rencana
Hujan reda di simpang
Kemudian petir mengucap selamat datang pada kemarau panjang
Ah cuaca
Dikau seperti nyanyian
Max Erwin 08 ; 2014
Menutup mata
Sore itu, masih memberi nasihat kepadaku
Jangan bersedih! “Aku membuatmu dengan bersenang-senang”
Aku tak mengerti maksud yang ia katakan,
Aku hanya tersenyum dan berpura-pura tuk mengerti
Ternyata pesan yang disiratkan kepadaku menjadi akhir hidupnya,
Menutup mata dan kembali kepada-Nya
Cilendek, 31 januari 2016
Rahmat Halomoan
Masih begitu
Perkenalkan Run adalah diriku
Sejak kecil aku selalu mendengar cerita para nabi
Ketika kukecil selalu tak acuh terhadap cerita itu,
Selalu lari dan bosan mendengarkannya
Seperti namaku Run selalu tidak suka dengan itu
Masih begitu, akhirnya menjadi semu dan tak berguna.
Dramaga 12 Desember 2016
Rahmat Halomoan


1
4
2
4.5