
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengunjungi Kantor MUI Pusat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/7). Kunjungan ini membahas persoalan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun.
“Maka informasi yang diberikan oleh BNPT menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks kita akan memberikan pandangan-pandangan tentang Al Zaytun sekaligus fatwa tentang Al Zaytun,” kata Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM, Prof Noor Ahmad.
Selain itu, dalam pertemuan ini, dia melanjutkan, BNPT dan MUI akan semakin meningkatkan kerja sama untuk memerangi terorisme dan radikalisme.
“Kita bersepakat menciptakan Islam rahmatan lil alamin dan tentu saja anti radikalisme dan terorisme,” jelasnya.
Senada dengan Ketua MUI, Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Ibnu Suhaendra mengatakan kunjungannya bersama tim ke kantor MUI untuk berdiskusi soal penanganan di Ponpos Al Zaytun.
“Dalam diskusi tersebut, kita saling mengisi informasi di lapangan maupun informasi lain yang kami dapat maupun dari MUI,” ungkapnya.
Hasil diskusi dengan MUI tersebut, sambung dia, akan disampaikan pada pimpinan BNPT. Dengan begitu, diharapkan negara dapat mengambil keputusan yang arif dan bijaksana terkait persoalan di Ponpes Al Zaytun.
Dia menyebut, kerjasama BNPT dan MUI sudah terjalin lama. BNPT juga kerap membagikan temuan-temuan modus operasi terorisme dan radikalisme baru dengan MUI. Apalagi setelah MUI membentuk Badan Pencegahan Ekstremisme dan Terorisme (BPET), kerjasama itu semakin kuat.
“Kerjasama dengan MUI yang telah terjalin sangat lama ini akan terus berlanjut bahkan mungkin tidak terputus, ” tegas Ibnu. (*/DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !