Headline Bogor | Media Asing Soroti Permasalahan Kemanusiaan di Lido Kabupaten Bogor

KABUPATEN BOGOR – Masyarakat Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, masih diselimuti ketidakpastian hukum. Sudah hampir 5 tahun lamanya masyarakat tidak mendapatkan ganti kerugian dari PT. MNC Land atas dirusaknya tanaman-tanaman milik warga.

Dari notabene masyarakat yang bekerja sebagai petani penggarap ini, berubah menjadi kumpulan pengangguran yang secara hidup entah mau kemana perjalanan selanjutnya dalam mencari nafkah & mempertahankan kehidupannya sehari-hari. Belum lagi, dengan adanya pemagaran beton yang diduga keras tidak berijin dari warga ini, yang dilakukan oleh perusahaan MNC Land, menjadikan warga menjadi pribumi seperti terasingkan & tertutup. Sampai kepada pemindahan makam yang sampai saat ini, belum dikembalikan 2 (dua) jenazah milik warga yang salah angkut oleh perusahaan MNC Land.

Permasalahan terus bergulir dan dinamika semakin bererupsi seperti gunung yang tak henti mendetumkan ledakannya setiap waktu, itulah keadaan di Kampung Ciletuh Hilir Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Dari peristiwa itu, orang – orang dan lembaga-lembaga hadir guna mengekspresikan rasa simpati dan empatinya atas peristiwa tersebut, mulai dari tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Tak terkecuali media internasional seperti “the British Broadcasting Corporation (BBC)” sampai dengan “Washington Post”, mereka rela datang ke Indonesia tuk sekedar mengetahui permasalahan kemanusiaan serta juga dengan adanya menyeret nama pemimpin negara adidaya yakni Donald Trump.

Mereka (media internasional) fokus mendalami kasus kemanusiaan di tanah Kabupaten Bogor ini. Mereka (media internasional) beranggapan bahwa ini kasus serius untuk disampaikan diseluruh manusa didunia, karena setelah kasus terbesar yang menyeret pemimpin Jerman kala itu Nazi-isme, bagi kami ini hal menarik untuk kami angkat ke permukaan.

“Bukan persoalan kehilangan nyawa atau bukan, melainkan kami tertarik dengan kehidupan pribumi yang terisolasasi / termarjinalkan dinegerinya sendiri, pengambilan mayat yang salah dan sampai saat ini belum dikembalikan oleh perusahaan, perampasan hak tanaman dari tanah yang seluas ratusan hektar yang sampai saat ini belum diberikan pergantian kerugian, ini bagi kami merupakan kejahatan kemanusiaan, ini sistem pembunuhan yang dilakukan secara perlahan,” Cetus jurnalis asing.