OPINI – Revolusi Industri 4.0 (four point zero) merupakan fase dimana ekosistem kehidupan akan berubah secara sekuensial mulai dari sektor vital seperti pemerintahan (goverment), pendidikan (education), komunitas, industri manufaktur atau kreatif, wirausaha, bisnis, budaya sosial bahkan mekanisme kemanusiaanpun akan berubah secara total dari sisi digital dan berteknologi tinggi didunia kita, begitupun semakin besar pula kebutuhan untuk tetap memiliki sentuhan manusiawi yang dipelihara melalui hubungan yang erat dan koneksi sosial.

Menurut Klaus Schwab lahirnya Revolusi Industri 4.0 dimulainya dengan adanya revolusi industri 1.0 (one point zero) yang awal ditemukannya alat mesin uap, kapal layar yang asal mulanya menggunakan tenaga manusia dan hewani sekarang sudah menggunakan tenaga mesin uap begitupun disambung dengan adanya Industri Revolusi 2.0 (two point zero) yang ditemukannya energi listrik seperti lampu, mesin telegraf dan teknologi prototype. Sehingga disambung lagi dengan Revolusi Industri 3.0 (three point zero) yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi sensor interkoneksi dan otomasi dan pada akhirnya memunculkan gagasan ke arah utama untuk mengkonvergensi seluruh teknologi ke dalam bidang industri, dan ide inilah yang akan menjadi nilai perkembangan baru (newbie) hari ini menuju titik dunia ekosistem revolusi industri 4.0.

Pekembangan dari kemajuan global ini tidak bisa dibendung apalagi dihindari dengan kemajuan-kemajuan yang sangat cepat dan perubahan-perubahan total di masa era transisi. Hanya ada satu cara untuk terus berlari secara progresif supaya bisa adaptif terhadap pola-pola perubahan tersebut. Bila kita paham terhadap pola-pola perubahan yang akan menghampiri kita untuk meberdayakan ekosistem industri 4.0 kita bisa tahu dimana titik positif dan negatifnya dari memanfaakan momentum kemajuan revolusi industri 4.0.

Bicara ekosistem berarti bicara semua unsur suatu sistem ekologi dari lingkungan hidup yang kian saling mempengaruhi satu sama lainnya. Begitupun dengan perkembangan ilmu terutama dalam ilmu modern atau terapan yang amat banyak mengkulminasi pengaruh semua ekosistem di muka bumi dari kebiasaan manusia hingga model-model praktis yang sangat praktis dan konsumitf untuk menjadi alat bantu hal-hal yang rumit menjadi suatu hal yang sederhana dengan menggunakan algoritma yang dirancang sehingga menjadi sistem yang utuh untuk digunakan secara kemampuannya (capable).

Pergeseran Mendalam dari Era Teknologi :

Dalam Revolusi Industri 4.0. konektivitas digital yang dimungkinkan oleh teknologi perangkat lunak telah merubah masyarakat secara fundamental. Luasan dampak dan kecepatan akselerasi perubahan yang terjadi membuat transformasi yang dibawanya menjadi begitu berbeda dari revousi sebelumnya yang pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia.

Global Agenda Council on the Future Software and Society dalam Word Economic Forum melakukan survei kepada 800 eksekutif untuk mengukur sejauh mana para pemimpin bisnis mengantisipasi bahwa teknologi yang selalu berubah dinamis ini akan muncul ke arah publik secara signifikan, serta untuk memahami sepenuhnya implikasi pergeseran ini pada tiap individu, organisasi, pemerintah, dan masyarakat.

Baca Juga  Headline Opini | Kuli Penopang Nasib Bangsa

Laporan survei “Deep Shif – Technology Tipping Points and Social Impact” telah diterbitkan pada September 2015. Dibawah ini adalah contoh gambaran kecil pergeseran teknologi yang telah dipresentasikan dalam penelitian tersebut dengan dua tambahan, termasuk titik kritis teknologi tersebut.

2. Teknologi yang Dapat Ditanamkan ke Tubuh Manusia.

Orang akan semakin terhubung dengan peranti, dan peranti tersebut pun menjadi semakin terhubung dengan tubuh mereka. Peranti tidak hanya digunakan, tetapi juga ditanamkan ke tubuh, yang melayani fungsi komunikasi, lokasi, pengawasan prilaku, dan kesehatan. Alat pacu jantung dan donor koklea hanyalah awal dari teknologi ini, dengan sebanyak kian peranti kesehatan yang akan terus diluncurkan. Peranti-peranti tersebut akan mampu menangkap parameter penyakit, sehingga membantu pengguna untuk mengambil sikap, mengirim data ke pusat pengawasan, atau mengeluarkan obat secara otomatis.

Tato pintar dan cip unik lainnya dapat membantu proses identifikasi secara pemindaian lokasi. Peranti yang tertanam juga dapat membantu mengkomunikasikan pikiran yang secara normal di sampaikan secara verbal melalui telepon pintar yang terpasang tetap dalam tubuh, juga mengkomunikasikan pikiran atau suasana hati yang mungkin tak tersampaikan dengan cara membaca gelobang otak dan sinyal lainnya.

2. Ekonomi Bersama

Pemahaman umum atas fenomena ini adalah biasanya kemampuan melek teknologi bagi entitas (individu atau organisasi) membagikan penggunaan barang atau asset fisik, atau membagikan/menyediakan layanan, sampai pada tingkat tidak lagi efisien atau bahkan tidak seperti sebelumnya. Pembagian barang atau layanan ini secara umum mungkin dilakukan melalui para daring, aplikasi ponsel/layanan lokasi, atau peron teknologi lainnya. Ini telah mengurangi biaya dan fiksi transaksi dalam sistem sampai pada titik di mana ini adalah pencapaian ekonomi bagi semua yang ikut serta, dibagi dalam laba yang lebih baik.

Contoh yang terkenal ada dalam ranah transportasi. Zipcar menyediakan salah satu metode bagi orang untuk membagikan penggunaan kendaraan dalam waktu singkat dan lebih masuk akal dari pada perusahaan penyewaan tradisional. RelayRides menyediakan peron untuk mengalokasikan dan meminjam kendaraan pribadi seseorang untuk jangka waktu tertentu. Uber dan Lyft menyediakan layanan mirip taksi yang lebih jauh efisien dengan menggunakan kendaraan pribadi, tetapi dikumpulkan melalui layanan lokasi dan akses melalui aplikasi ponsel. Terlebih lagi, mereka menyediakan notifikasi. Ekonomi bersama memiliki banyak unsur, ciri khas, atau penjelas, melek teknologi, lebih condong pada akses daripada kepemilikan, orang ke orang, berbagi aset personal, (melawan aset perusahaan), mudah diakses, peningkatan interaksi sosial, konsumi bersama, dan umpan balik terbuka (menghasilkan kepercayaan meningkat). Tidak semua hadir dalam setiap transaksi “ekonomi bersama”.

Baca Juga  Walikota Bogor Jangan Lupa Dengan Catatan dan Rekomendasi BPK

Itulah bagaimana teknologi yang akan mempengaruhi kita dimasa depan untuk ekosistem menuju pembangunan bersama ke arah yang lebih baik lagi, terutama peran sentral pemerintah harus antusias dan apirmatif dalam menyambut hadirnya revolusi industri digital 4.0 untuk masa depan ekosistem pemerintahan pembangunan ke arah kesejahteraan masyarakat dan menuju kebangkitan budaya baru yang akan datang.

Sebagaimana yang dituliskan penyair Rainer Maria Rilke, “Masa depan merasuk ke dalam diri kita, agar dapat mengubah dirinya di dalam diri kita jauh sebelum itu terjadi” kita tidak boleh lupa era yang kita hidupi sekarang, Era Manusia (Anthropocence), menandai pertama kali di dalam sejarah dunia di mana kegiatan manusia menjadi kekuatan utama dalam membentuk segala sistem yang mendukung kehidupan kita dibumi.

Sekarang semuanya kembali lagi kepada kita.

Hari ini kita akan menemukan diri berada dipemulaan Revolusi Industri keempat, melihat ke depan dan,, yang lebih penting lagi, memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalannya revolusi tersebut. Mengetahui apa yang dibutuhkan untuk berkembang adalah satu hal, bertindak berdasarkan pengetahuan itu adalah hal lainnya. Kemanakah semua ini akan mengarah dan bagaimana kita dapat mempersiapkan yang terbaik ?

Voltaire, filusuf Prancis dan penulis zaman pencerahan, yang hidup bertahun-tahun di tempat yang hanya berjarak beberapa mil dari tempat saya menulis buku ini, pernah berkata, :Keraguan adalah situasi tak menyenangkan, namun kepastian adalah situasi yang konyol”. Tentu saja akan menjadi naif ketika kita mengeklaim bahwa kita tahu persis ke mana revolusi industri keempat akan bermuara. Akan tetapi, sama naifnya jika kita dilumpuhkan oleh ketakutan dan ketidakpastian akan kemana semua ini akan mengarah. Sebagaimana saya tekankan di sepanjang buku ini, tentu saja pada akhirnya revolusi industri keempat akan ditentukan oleh kemampuan kita dalam membentuknya dengan cara melepaskan seluruh-seluruh potensi yang dibawanya.

Jelaslah, tantangan-tanntangan itu menakutkan, tetapi peluang-peluannya pun menjanjikan. Bersama-sama, kita harus bekerja untuk mengubah tantangan tersebut menjadi peluang dengan menyiapkan secara memadai dan secara proaktif dampak dan efek-efeknya. Dunia berubah dengan cepat, sedemikian sangat terhubungnya, bahkan semakin menjadi kompleks dan terfragmentasi, tetapi kita masih dapat membentuk masa depan kita, yang dengan cara tertentu menguntungkan bagi semua. Jendela kesempatan untuk melakukan hal itu adalah sekarang.