Sementara Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti menduga orang yang mengirim pesan teror itu merupakan oknum yang bertujuan mengadu domba.

“Saya menduga, orang tersebut oknum yang hanya menebar teror dan mengadu domba Muhammadiyah dengan pihak lain,” jelas Mu’ti.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam pendidikan, Mu’ti mengatakan Muhammadiyah sejak awal sangat mendukung nalar kritis dan kajian ilmiah sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah juga menolak dan menentang cara-cara kekerasan dalam bentuk apapun dalam menyampaikan gagasan dan dakwah.

Baca Juga  Temukan Bukti Permulaan, KPK Kembali Tetapkan Tersangka Baru Kasus KTP-e

“Karena itu cara-cara kekerasan, termasuk teror seperti yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah, jelas bukan merupakan karakter dan kepribadian kader dan warga Muhammadiyah,” jelasnya.

Mu’ti juga menerangkan bahwa saat ini PP Muhammadiyah sedang menelusuri pihak yang mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten tersebut. Mengingat PP Muhammadiyah tidak tahu menahu terkait adanya diskusi tersebut. (*)

Baca Juga  Headline Nasional | Pangan untuk Negeri : LAZ Al Bunyan Priangan Berangkatkan Truk Bantuan untuk Jabodetabek