Maka, Eem Marhamah meneruskan, teks proklamasipun disusun pada dini hari yang diketik oleh Sayuti Malik. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Pagi hari di kediaman Soekarno, Jln. Pegangsaan Timur No. 56 teks proklamasi dibacakan tepatnya pada pukul 10:00 Wib, dan dikibarkan Bendera Merah Putih yang dijahit oleh Istri Soekarno, Fatmawati. Peristiwa tersebut disambut gembira oleh oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Sejak saat itu, Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan berhak untuk menentukan nasib dan tujuannya sendiri. Bentuk negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski dalam sejarah ada upaya untuk menggantikan bentuk negara, tetapi upaya itu tidak bertahan lama dan selalu digagalkan oleh rakyat,” tambahnya lagi.
Dihadapan para penerima maanfaat dalam hal ini penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dihadiri Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz berharap, di era globalisasi yang di tandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan informasi ini, masyarakat terkhusus generasi muda dapat memanfaatkan era globalisasi ini dengan beberapa perencanaan yang baik.
“Diantara perencanaan yang baik yaitu kesiapan SDM, terutama kesiapan pengetahuan yang dimiliki dan kemampuan, kedua kesiapan sosial budaya untuk terciptanya suasana yang kompretitif dalam berbagai sektor kehidupan. Ketiga kesiapan keamanan, baik stabilitas politik dalam negeri maupun luar negeri serta Kesiapan perekonomian rakyat,” tandasnya. (*)