KOTA BOGOR – Anggota MPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, sosialisasikan empat pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Dalam kegiatan sosialisasi ini Neng Eem Marhamah meminta masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan terlebih dalam masa pandemi Covid-19. (23/12)

Menurut Eem Marhamah, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit oleh dua samudra dan dua benua, serta didiami oleh ratusan juta penduduk. Disamping itu Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang berlainan satu sama lain, dan tercemin dalam satu ikatan kesatuan yang terkenal dengan sebutan Bhinneka Tunggal Ika.

“Banyak anak muda Indonesia saat ini yang kurang mengetahui apakah itu NKRI, apa saja fungsi dan tujuan NKRI, serta bagaimana proses pergantian bentuk negara Indonesia sampai memantapkan diri untuk kembali ke NKRI. Bangsa Indonesia pernah mengalami masa-masa sulit untuk menentukan jati dirinya. Untuk itulah kita sebagai generasi penerus bangsa ini harus pandai betul menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh nenek moyang kita pada masa penjajahan dulu,,” terangnya.

Baca Juga  Headline Nasional | Pembalap Muda Indonesia Bertalenta Asal Bogor Tutup Usia Dalam Insiden Balapan Di Sepang

Lanjut Eem Marhamah, setelah ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun proklamasi itu sendiri merupakan rangkaian peristiwa yang melatar belakangi terjadinya proklasmasi tersebut. Pada tanggal 29 April 2019 BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai yang didirikan oleh pemerintah Jepang yang beranggotakan 63 orang.

Baca Juga  Headline Nasional | Doni Monardo : Bencana Adalah Urusan Bersama

“Pada tanggal 06 Agustus 1945 sebuah bom atom meledak di kota Hiroshima, padahal Jepang sedang menjajah Indonesia, maka pada tanggal 07 Agustus 1945 BPUPKI kemudian berganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi inkai. Momen ini dimanfaatkan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Pada tanggal 10 Agustus 1945 Sutan Syahrir mendengar radio bahwa Jepang telah menyerah pada sekutu, yang membuat para pejuang Indonesia semakin mempersiapkan kemerdekaannya,” tambahnya