Selain itu, adanya pula program bedah pondok pesantren, pembangunan dan revitalisasi islamic center (pusat dakwah islam), menggalakan kembali aksi nobat (nongol babat) untuk menjauhkan masyarakat dari hal-hal tidak baik. lebih dari itu, dilaksanakannya pula pelestarian seni budaya melalui festival seni budaya dan acara keagamaan, culture night, pelestarian bahasa sunda melalui program kamis nyunda, program saba warga bupati dan wakil bupati melalui boling (rebo keliling) serta digalakkannya pula peningkatan kerukunan hidup umat beragama dan lain sebagainya.

Ade Yasin juga memaparkan capaian dan inovasi lainnya yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Bogor selama tahun 2019 ini adalah : menurunnya angka kemiskinan 0,48 %, (tahun 2018 sekitar 7,14% turun menjadi 6,66% di tahun 2019) melalui memori kemiskinan : pembangunan graha pancakarsa sebagai pusat pelayanan sistem layanan rujukan terpadu, membangun pusat kesejahteraan sosial (puskesos), graduasi program keluarga harapan per tahun dapat menaikan kelas bagi peserta pkh sebanyak minimal 5 keluarga sangat miskin diikuti dengan reward bagi pendamping pkh yang berhasil, pemasangan stiker pada tempat tinggal peserta pkh, mengoptimalkan peran filantrophy, baznas dan csr, penerbitan kartu bogor sehat dan kartu bogor cerdas.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemkab Bandung Kaji Banding Keterbukaan Informasi Publik Di Diskominfo Kabupaten Bogor

Kemudian, menurun nya angka pengangguran sebesar 0,96 % (tahun 2018 9,75 % menjadi 9,06 % di tahun 2019 pembangunan career center. selanjutnya, meningkatnya daya beli masyarakat sebesar 1,28 % (2018 sebesar 69.83 di tahun 2019 sebesar 71,11) berupa gerakan beli beras carita makmur dan kopi bogor goes to hotel.selain itu, meningkatnya indeks pendidikan sebesar 0,16 % (2018 sebesar 60,66 ditahun 2019 sebesar 60,82). yang meliputi : tuntas rehabilitasi ruang kelas sd dan smp selama 3 tahun (data dasar tahun 2018 sebanyak 1663 ruang kelas yang rusak, di tahun 2019 telah diperbaiki sebanyak 861 ruang kelas, akan tuntas di tahun 2021, meningkatkan insentif guru honorer sebesar 110 m. dan menerbitkan kartu bogor cerdas (kartu bodas).

Baca Juga  Headline Bogor | Wabup Bogor Serahkan Bantuan Peralatan Marching Band Untuk SMPN 1 Megamendung

tidak hanya itu, juga terlihat dari meningkatnya indeks kesehatan 0,25 % (2018 sebesar 78,00 % di tahun 2019 sebesar 78,25 %). meliputi : pelayanan bogor siaga, menerbitkan kartu bogor sehat, meningkatkan pelayanan kesehatan (si tegar, si jari bunda, si dalimudaliya, si cepot).

Lebih dari itu, juga meningkatnya capaian angka pdrb 20,12 t (produk domestik regional bruto) di tahun 2018 pdrb atas dasar harga berlaku dari 220,33 triliyun menjadi 240,45 triliyun di tahun 2019. yang meliputi : optimalisasi pelayanan perizinan melalui aplikasi optimis, meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan, pemberian kartu tani bogor, pemberian kartu kusuka, program petani milenial, penetapan lp2b (lahan pertanian pangan berkelanjutan) dan ekspor manggis, ikan hias dan bunga potong.